ARTICLE AD BOX
Bireuen, NU Online
Tenda itu sekarang telah tiada. Tempat nan dulu menjadi satu-satunya perlindungan bagi korban banjir di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, sekarang hanya menyisakan kenangan. Bagi Tgk Muhammad (40), pembongkaran tenda bukan akhir dari penderitaan, melainkan awal dari ketidakpastian nan lebih panjang.
Ia adalah Imum Gampong Bale Panah, sosok nan selama ini memimpin ibadah dan menjadi rujukan masyarakat. Namun kini, dia justru menjadi bagian dari korban nan belum tersentuh bantuan.
“Seminggu sebelum Lebaran, petugas BNPB datang dan meminta semua tenda dibongkar,” ujarnya, Sabtu lalu.
Keputusan tersebut diambil lantaran sebagian korban telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) dan diminta mencari tempat tinggal sendiri, termasuk dengan menyewa rumah. Namun, tidak semua korban mendapatkan support nan sama.
“Saya ini korban, tapi sampai sekarang belum menerima support apa pun,” katanya lirih.
Bertahan di Ruang Sempit
Setelah tenda dibongkar, Tgk Muhammad berbareng keluarganya tidak mempunyai banyak pilihan. Tanpa support dan tanpa rumah, dia akhirnya mengungsi di instansi TK Bale Panah.
Bangunan sederhana itu sekarang menjadi tempat berlindung. Jauh dari kata layak, tetapi cukup untuk memperkuat sementara.
Empat bulan telah berlalu sejak banjir besar pada akhir November 2025 melanda wilayah tersebut. Rumahnya hilang, kekayaan barang tak tersisa, dan kehidupan berubah drastis. Namun hingga kini, support nan dijanjikan belum juga dia terima.
Bantuan nan dimaksud meliputi Dana Tunggu Hunian (DTH), agunan hidup (jadup), serta support sosial lainnya. Semua itu tetap sebatas harapan. “Di kabupaten lain kami dengar sudah cair. Kenapa di Bireuen belum?” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan korban. Di sejumlah wilayah lain di Aceh, support mulai disalurkan, sementara di Bale Panah tetap banyak penduduk nan menunggu.
Selain itu, kediaman sementara (huntara) juga belum tersedia secara memadai. Dari banyaknya korban, baru tiga unit rumah nan dibangun sebagai percontohan. Selebihnya, penduduk kudu mencari langkah sendiri untuk memperkuat hidup.
Sebagian menyewa rumah, sebagian menumpang, dan sebagian lainnya memperkuat di tempat seadanya, seperti nan dialami Tgk Muhammad.
Situasi ini semakin berat lantaran kebutuhan hidup terus berjalan, sementara sumber penghasilan belum sepenuhnya pulih.
Imam nan Tetap Berdiri
Di tengah kondisi sulit, Tgk Muhammad tetap menjalankan perannya sebagai imum gampong. Ia terus memimpin salat, membimbing masyarakat, dan menjaga nilai-nilai keagamaan di lingkungannya.
Dalam keterbatasan, dia tidak meninggalkan tanggung jawabnya. Namun di kembali itu, tersimpan kelelahan nan tidak selalu terlihat. Ia bukan hanya pemimpin spiritual, tetapi juga seorang ayah nan berjuang untuk keluarganya.
“Harapan kami sederhana, pemerintah segera membantu seperti wilayah lain,” katanya.
Syawal nan Penuh Harap
Bulan Syawal biasanya identik dengan kebahagiaan. Namun bagi Tgk Muhammad, Syawal tahun ini terasa berbeda. Tidak ada rumah untuk menerima tamu, tidak ada ruang untuk berkumpul dengan nyaman.
Yang ada hanyalah ruang sempit dan angan nan terus ditunggu. Meski begitu, dia tetap bertahan, bersabar, dan berharap.
Kisah Tgk Muhammad menjadi potret dari banyak korban nan belum tersentuh support secara merata. Di kembali nomor dan kebijakan, terdapat kehidupan nyata nan menunggu kepastian.
Tenda boleh saja dibongkar, tetapi angan tidak pernah betul-betul hilang. Di Bale Panah, angan itu tetap ada, meski dalam keterbatasan. Di sanalah, seorang imum gampong tetap berdiri.
Ketua PW GP Ansor Aceh, Azwar A. Gani, menilai kondisi ini kudu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah. “Korban musibah tidak boleh dibiarkan dalam ketidakpastian. Bantuan kudu segera disalurkan secara setara dan merata,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran negara sangat krusial dalam memastikan pemulihan korban melangkah dengan baik. “Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi soal kemanusiaan. Jangan sampai ada korban nan terabaikan,” tegasnya.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·