ARTICLE AD BOX
Rembang, NU Online
Di tengah sinar mentari nan kian terik, minuman dingin dan menyegarkan menjadi pilihan untuk melepas dahaga. Minuman legen ini, salah satunya. Minuman nan banyak ditemukan di wilayah pesisir utara Jawa Tengah dan Timur ini menjadi minuman unik nan bisa dijadikan minuman penyegar sekaligus buah tangan.
Umayah, penjual legen alias air nira dari Desa Tanjung Sulang Rembang, bercerita bahwa legen nan dijual tersebut didapatkan original dari pohon siwalan alias biasa disebut pohon lontar.
Keasliannya bisa dilihat dari warna air nira nan nampak kecoklatan dan rasa soda alami saat diminum langsung.
Tidak hanya itu, minuman legen tersebut juga mempunyai buah nan legit, manis dan dagingnya kenyal dengan sensasi cita rasa nan unik.
Umayah juga menceritakan, untuk mendapatkan air nira alias legen dari pohon lontar, dia memerlukan waktu hingga dua hari untuk terisi botol berukuran besar. Proses pengambilan air nira alias legen didapatkan dengan langkah menyadap tandan kembang (manggar) muda dari pohon palma seperti lontar/siwalan, aren, alias kelapa, dimulai dari memukul lembut tandan agar getah keluar, kemudian memotong ujung tandan, setelah itu air ditampung menggunakan bambu (bumbung) selama 12 jam.
"Kami kudu memerlukan beberapa hari untuk mendapatkan air legen itu, pernah semalaman hanya dapat separuh botol ukuran besar. Karena legen kami tidak ada campuran air alias pewarna apapun," ucap Umayah saat didatangi kekediamannya pada, Ahad (5/4/2026).
Umayah mengaku, telah berdagang air nira selama 25 tahun. Dengan jam terbang berbisnis nan sangat lama itulah, dia telah merasakan perubahan nilai maupun permintaan produksi legen dari pelanggannya.
"Kami jual legen original ini satu botol besar hanya Rp 15 ribu," tambahnya.
Tidak hanya legen, Umayah juga menjual buah Siwalan (lontar), dan dumbeg (olahan berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula aren/jawa).
Lapak jualan legen dan beberapa makanan unik lokal Rembang lainnya selalu ramai dikunjungi pembeli baik di hari biasa, maupun di akhir pekan. Umayah biasanya menjual air nira dan beberapa olahan makanan lainnya di rumah, di setor ke warung-warung, dan berdagang di di area pinggir jalan laman rumah sekira pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.
Senada, Yhulyana, salah satu pengguna dan penduduk desa Cabean Kidul Kecamatan Bulu Rembang mengaku juga sering membeli air legen produksi dari Bu Umayah, dia menilai, keaslian nan dirasakan jauh berbeda dengan air legen nan biasanya di jual di sepanjang jalan.
"Saya sudah berlangganan lama dengan Pak Solikin dan Bu Umayah. Legennya asli, sampai saat ini, saya belum menemukan legen original selain di Desa Tanjung," tutupnya.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·