ARTICLE AD BOX
Pengikut-pengikut Dajjal
Mayoritas pengikut Dajjal berasal dari kalangan Yahudi, bangsa-bangsa asing (‘ajam), suku Turk, dan beragam golongan manusia lainnya. Di antara mereka nan paling banyak mengikutinya adalah orang-orang Arab pedalaman (Badui) dan kaum wanita.
Dalam riwayat Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يتبع الدَّجَّال من يهود أصبهان سبعون ألفًا عليهم الطَّيالسة
“Dajjal bakal diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan, mereka mengenakan thiyalisa (pakaian mantel panjang).” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan,
سبعون ألفًا عليهم التَيجان
“Tujuh puluh ribu orang, mengenakan mahkota.”
Dalam sabda Abu Bakar nan telah disebutkan sebelumnya, terdapat keterangan,
يتبعه أقوامٌ كأنَّ وجوههم المَجانُّ المُطْرَقة
“Akan mengikutinya kaum nan wajahnya seperti perisai nan ditempa.” (HR. Tirmidzi)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tampaknya, wallahu a‘lam, nan dimaksud dengan mereka nan berparas seperti perisai itu adalah suku Turk, para pendukung Dajjal.
Demikian pula sebagian bangsa asing lainnya, sebagaimana disebutkan dalam sabda Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
لا تقوم السّاعة حتّى تقاتلوا خوزًا وكرمان من الأعاجم، حمر الوجو، فطس الأنوف، صغار الأعين، كأن وجوههم المَجانُّ المُطْرَقة، نعالهم الشعر
“Kiamat tidak bakal terjadi hingga kalian memerangi suku Khuz dan Kirman dari bangsa ‘ajam, berparas merah, berhidung pesek, bermata kecil, wajah mereka seperti perisai nan ditempa, dan sandal mereka terbuat dari rambut.” (HR. Bukhari)
Adapun banyaknya orang Arab pedalaman nan menjadi pengikutnya, perihal itu lantaran kegoblokan nan banyak menyelimuti mereka. Ini sesuai dengan sabda panjang Abu Umamah, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berfirman tentang tuduhan Dajjal,
“Di antara fitnahnya, dia berbicara kepada seorang Arab Badui, ‘Bagaimana pendapatmu jika saya hidupkan kembali ayah dan ibumu, apakah engkau bersaksi bahwa saya adalah tuhanmu?’ Orang itu menjawab, ‘Ya.’ Maka dua setan tampil menyerupai ayah dan ibunya lampau berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah dia, sungguh dialah tuhanmu.’” (HR. Ibnu Majah, sabda shahih)
Sementara kaum wanita justru lebih banyak terjerumus daripada orang Arab pedalaman. Karena mereka lebih mudah terpengaruh dan kegoblokan banyak menguasai mereka. Dalam hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ينزل الدَّجَّال في هذه السبخة بمرقناة، فيكون أكثر من يخرج إليه النِّساء، حتّى إن الرَّجل يرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمَّته فيوثقها رباطًا؛ مخافة أن تخرج إليه
“Dajjal bakal turun di tanah berawa dekat Marqana, dan nan paling banyak keluar mengikutinya adalah kaum wanita. Hingga seorang laki-laki kembali kepada keluarganya, kepada ibu, anak perempuan, saudari, dan bibinya, lampau mengikat mereka kuat-kuat, lantaran cemas mereka keluar mengikuti Dajjal.” (HR. Ahmad)
Bentuk tuduhan Dajjal
Fitnah Dajjal adalah tuduhan terbesar sejak Allah menciptakan Adam hingga hari kiamat. Dahsyatnya tuduhan ini disebabkan beragam keajaiban dan keahlian luar biasa nan Allah berikan kepadanya, nan membikin logika manusia terpesona dan bingung.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Dajjal membawa “surga” dan “neraka”. Namun surga versinya sebenarnya neraka, dan nerakanya justru menjadi surga. Ia mempunyai aliran-aliran air dan gunung-gunung nan penuh roti. Ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka hujan pun turun. Ia memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka bumi pun menumbuhkan. Harta karun bumi mengikuti perintahnya. Ia bergerak sangat sigap melintasi bumi seperti hujan angin besar nan ditiup angin. Dan tetap banyak lagi kejadian luar biasa nan menyertainya. Semua itu disebutkan dalam hadis-hadis sahih.
Di antaranya riwayat Muslim dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدَّجَّالُ أعورُ العين اليسرى، جفال الشعر، معه جنَّةٌ ونارٌ، فناره جنَّة، وجنَّتُه نارٌ
“Dajjal itu bermata kiri buta, rambutnya lebat, bersamanya ada surga dan neraka; namun nerakanya adalah surga, dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Muslim lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لأنا أعلم بما مع الدَّجَّال منه، معه نهران يجريان، أحدهما رأي العين ماءٌ أبيض، والآخر رأي العين نارٌ تأجَّج، فإمَّا أدركن أحدٌ؛ فليأت النهر الّذي يراه نارًا، وليغمض، ثمَّ ليطأطئ رأسه، فيشرب منه؛ فإنَّه ماءٌ باردٌ
“Aku lebih mengetahui apa nan dibawa Dajjal daripada dirinya sendiri. Bersamanya ada dua sungai nan mengalir; nan satu tampak seperti air putih, dan nan lain tampak seperti api nan menyala. Barang siapa menjumpainya, hendaklah menuju sungai nan tampak seperti api itu, memejamkan mata, lampau menundukkan kepala, kemudian minum darinya, lantaran sesungguhnya itu adalah air nan dingin.”
Dalam sabda panjang nan diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam‘an radhiyallahu ‘anhu tentang Dajjal, disebutkan bahwa para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama dia bakal tinggal di bumi?” Beliau menjawab,
أربعون يومًا: يوم كسنة، ويوم كشهر، ويوم كجمعة، وسائر أيامه كأيامكم
“Empat puluh hari: satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sepekan, dan hari-hari selebihnya seperti hari-hari kalian biasa.”
Mereka bertanya lagi, “Bagaimana cepatnya dia melangkah di bumi?” Beliau menjawab, “Secepat hujan nan ditiup angin kencang. Ia mendatangi suatu kaum, lampau membujuk mereka. Bila mereka membenarkannya dan mengikuti seruannya, dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, dan bumi untuk menumbuhkan tanaman. Hewan ternak mereka pun pulang dengan tubuh paling gemuk, susu paling deras, dan perut nan penuh.
Kemudian dia mendatangi kaum lain, membujuk mereka, tetapi mereka menolak ucapannya. Ia pun beralih dari mereka, dan keesokan harinya mereka bangun dalam keadaan miskin, tidak tersisa kekayaan sedikit pun.
Ia juga melewati sebuah tanah lapang nan telah hancur, lampau berbicara kepadanya, ‘Keluarkanlah harta-hartamu!’ Maka keluarlah seluruh kekayaan itu mengikutinya seperti kawanan lebah nan mengikuti ratunya.
Kemudian dia memanggil seorang pemuda nan kuat dan sehat, lampau menebasnya dengan pedang hingga tubuhnya terbelah menjadi dua bagian nan terpisah. Setelah itu dia memanggil pemuda itu kembali, dan pemuda itu pun hidup kembali, maju ke arahnya dengan wajah berseri-seri sembari tertawa.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Al-Bukhari dari Abu Sa‘id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa laki-laki nan dibunuh oleh Dajjal itu adalah termasuk manusia terbaik, alias apalagi nan terbaik pada masanya. Ia keluar menemui Dajjal dari Madinah, kota Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketika berhadapan dengannya, dia berbicara kepada Dajjal,
أشهد أنك الدَّجَّال الّذي حدَّثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حديثه
“Aku bersaksi bahwa engkau adalah Dajjal nan telah diceritakan kepada kami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Maka Dajjal berbicara kepada orang-orang,
أرأيتُم إن قتلتُ هذا ثمّ أحييتُه؛ هل تشكُّون في الأمر؟
“Bagaimana menurut kalian jika saya membunuhnya kemudian menghidupkannya kembali, apakah kalian tetap bakal ragu terhadap apa nan saya klaim?”
Mereka menjawab, “Tidak.”
Maka Dajjal membunuh laki-laki itu, lampau menghidupkannya kembali. Namun setelah hidup kembali, laki-laki itu berkata,
والله ما كنتُ فيك أشدُّ بصيرة مني اليوم
“Demi Allah, saya tidak pernah sejelas dan seyakin hari ini bahwa engkau betul-betul (Dajjal).”
Kemudian Dajjal mau membunuhnya lagi, tetapi dia tidak diberi keahlian oleh Allah untuk melakukannya. (HR. Bukhari)
Baca juga: Kengerian di Hari Kiamat
Kehancuran Dajjal
Dajjal bakal dibinasakan oleh al-Masih ‘Isa bin Maryam sebagaimana ditegaskan dalam banyak sabda sahih. Dajjal bakal muncul dan menjelajah seluruh penjuru bumi selain Makkah dan Madinah. Pengikutnya bakal sangat banyak, fitnahnya meluas, dan hanya sedikit dari kaum beragama nan selamat darinya.
Pada saat keadaan mencapai puncaknya, ‘Isa bin Maryam bakal turun dari langit di menara putih sebelah timur Damaskus. Para hamba Allah nan beragama segera berkumpul di sekelilingnya. Ia lampau memimpin mereka menuju tempat Dajjal. Ketika itu, Dajjal sedang bergerak menuju Baitul Maqdis. ‘Isa bakal menyusulnya hingga berjumpa dengannya di gerbang kota Ludd.
Begitu Dajjal memandang ‘Isa, dia melebur dan hancur seperti garam nan larut dalam air. Lalu ‘Isa berbicara kepadanya, “Aku punya satu tebasan untukmu, dan engkau tidak bakal bisa mengelak darinya.” ‘Isa pun mengejarnya dan membunuhnya dengan tombaknya. Para pengikut Dajjal kemudian lari tercerai-berai, dan kaum beragama mengejar mereka serta membunuh mereka semua. Hingga pohon dan batu pun berkata, “Wahai Muslim! Wahai hamba Allah! Ada seorang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia.” Kecuali pohon gharqad, lantaran dia adalah pohon milik orang Yahudi.
Beberapa sabda nan menjelaskan tentang kematian Dajjal dan pengikutnya antara lain:
Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يخرج الدَّجَّال في أمَّتي … (فذكر الحديث، وفيه:) فيبعث الله عيسى بن مريم كأنّه عروة بن مسعود، فيطلبه، فيهلكه
“Dajjal bakal keluar di tengah umatku … lampau Allah mengutus ‘Isa bin Maryam nan wajahnya seperti ‘Urwah bin Mas‘ud. Ia mengejar Dajjal dan membinasakannya.”
Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Majma‘ bin Jariyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يقتل ابنُ مريم الدَّجَّالَ بباب لد
“Ibnu Maryam bakal membunuh Dajjal di gerbang Ludd.”
Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dajjal bakal keluar ketika kepercayaan mulai melemah dan pengetahuan mulai hilang… kemudian ‘Isa bin Maryam turun; dan saat waktu sahur, dia berseru, ‘Wahai manusia! Apa nan menghalangi kalian untuk keluar menghadapi pembohong biadab itu?’ Mereka menjawab, ‘Yang keluar itu pasti jin!’ Mereka pun berangkat, lampau mendapati ‘Isa bin Maryam. Ketika salat ditegakkan, mereka memintanya untuk maju menjadi imam, namun dia berkata, ‘Imam kalian tetap dari kalian sendiri.’ Usai salat Subuh, mereka keluar menuju Dajjal. Saat pembohong itu memandang ‘Isa, dia meleleh seperti garam dalam air. Lalu ‘Isa mendekatinya dan membunuhnya. Hingga pohon dan batu menyeru, ‘Wahai Ruh Allah! Ini dia orang Yahudi!’ Tidak ada satu pun dari pengikut Dajjal nan tersisa, selain dibinasakan.”
Dengan terbunuhnya Dajjal, semoga Allah melaknatnya, berakhirlah tuduhan besar nan mengguncang dunia. Allah menyelamatkan kaum beragama dari kejahatannya melalui ‘Isa bin Maryam dan para pengikutnya nan beriman. Segala puji bagi Allah atas nikmat dan pertolongan-Nya.
Wallahu Ta’ala a’lam.
[Selesai]
KEMBALI KE BAGIAN 1
***
Diselesaikan di Jember, 11 Rajab 1447
Penulis: Gazzeta Raka Putra Setyawan
Artikel Muslim.or.id
Catatan kaki:
Diterjemahkan dan disusun ulang oleh penulis dari kitab Asyraathu As-Saa’ah, karya Syekh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, hal. 238-291.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·