ARTICLE AD BOX
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melakukan sowan silaturahim Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah ke kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/3/2026).
Melalui agenda sowan ini, kedua organisasi badan otonom wanita NU itu meneguhkan komitmen berbareng dalam membangun kaderisasi berjenjang nan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya menegaskan pentingnya sistem kaderisasi nan tersusun rapi, berjenjang, dan berkepanjangan sebagai fondasi utama keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, kaderisasi tidak hanya berfaedah menjaga regenerasi, tetapi juga memastikan kualitas kepemimpinan di masa depan tetap terarah dan kuat.
“Kaderisasi kudu melangkah sistematis dan berjenjang. Ini krusial agar organisasi mempunyai kesinambungan dan bisa melahirkan kader-kader nan siap memikul tanggung jawab di setiap level,” ujar Gus Yahya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kader tidak cukup hanya melalui rutinitas organisasi, tetapi perlu ditopang oleh training nan terstruktur serta diseminasi wawasan nan luas. Hal ini menjadi kunci agar kader mempunyai kapabilitas intelektual, kepekaan sosial, dan kesiapan menghadapi dinamika zaman.
Gus Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga tatanan dan sistem organisasi, termasuk penghormatan terhadap struktur dan proses nan telah ditetapkan.
Menurutnya, ketertiban dalam organisasi bakal melahirkan soliditas nan kuat dan menghindarkan dari potensi disorientasi gerakan.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap kader tumbuh dalam sistem nan tertata. Dengan begitu, arah mobilitas organisasi bakal tetap terjaga dan tidak mudah goyah,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Yahya menekankan bahwa kaderisasi kudu bisa melahirkan kader unggul nan tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman, tetapi juga mempunyai wawasan kebangsaan dan kesiapan berkontribusi di tengah masyarakat. Ia menilai peran Fatayat NU dan IPPNU sangat strategis dalam menyiapkan generasi tersebut.
Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah PP Fatayat NU Neyla Saida Anwar menyampaikan bahwa silaturahim ini menjadi ruang krusial untuk memperkuat arah mobilitas kaderisasi Fatayat NU ke depan.
Ia menilai pengarahan dari Gus Yahya menjadi injakan dalam menyusun program nan lebih terstruktur dan berdampak.
“Kami meneguhkan komitmen untuk memperkuat kaderisasi berjenjang, sekaligus melanjutkan amanah almarhumah Ketua Umum Fatayat NU Sahabat Margaret Aliyatul Maimunah untuk meningkatkan kualitas training dan diseminasi wawasan bagi kader Fatayat NU,” ujarnya.
Neyla menjelaskan, Fatayat NU bakal terus mengembangkan model training nan adaptif dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi. Upaya ini dilakukan agar kader bisa menjawab tantangan sosial sekaligus menjaga jati diri ke-NU-an.
Ia menambahkan, penguatan kaderisasi juga diarahkan untuk membangun ketahanan organisasi dan memperluas kontribusi wanita NU dalam beragam sektor kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum PP IPPNU Whasfi Velasufah menyebut silaturahim ini sebagai bagian dari konsolidasi aktivitas pelajar putri NU dalam memperkuat sistem kaderisasi sejak dini. Menurutnya, IPPNU mempunyai peran krusial dalam menyiapkan kader pada level awal.
“Kami memandang kaderisasi sebagai proses jangka panjang nan kudu dimulai sejak pelajar. Karena itu, penguatan sistem dan pola pembinaan menjadi prioritas kami,” katanya.
Vela menjelaskan, IPPNU bakal terus mendorong penguatan kapabilitas kader melalui beragam program training dan pengembangan wawasan. Hal ini sejalan dengan pengarahan PBNU agar kader mempunyai kesiapan menghadapi perubahan sosial nan semakin kompleks.
Ia menambahkan, IPPNU berkomitmen menjaga kesinambungan kaderisasi dengan memperkuat koordinasi lintas jenjang organisasi.
"Dengan demikian, proses pembinaan kader dapat melangkah selaras dan berkepanjangan dari tingkat pelajar hingga dewasa," pungkasnya.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·