ARTICLE AD BOX
Aceh Timur, NU Online
Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penduduk terdampak musibah di Kabupaten Aceh Timur tetap menghadapi beragam hambatan administratif. Kondisi ini menyebabkan sebagian penduduk nan telah lama mengungsi belum menerima support nan semestinya menjadi kewenangan mereka.
Berdasarkan info per 31 Maret 2026, dari total 432 kepala family (KK) nan diusulkan pada tahap pertama, baru 366 KK nan telah menerima bantuan. Sementara itu, puluhan KK lainnya tetap tertahan akibat persoalan teknis, seperti ketidaksesuaian info hingga perbaikan administrasi.
Sebanyak 59 KK dilaporkan belum dapat mencairkan support lantaran info mereka tetap dalam proses verifikasi di Bank Syariah Indonesia pusat di Jakarta. Selain itu, ditemukan pula persoalan lain seperti alamat penerima nan tidak komplit serta pembatalan sepihak dari pihak desa akibat tumpang tindih dengan program kediaman sementara (huntara).
Kondisi ini berakibat langsung pada kehidupan penduduk terdampak nan hingga sekarang tetap memperkuat di pengungsian. Di beberapa wilayah, khususnya area pegunungan seperti Kecamatan Serbajadi, penduduk terpaksa tinggal di tenda darurat berbahan terpal dengan akomodasi nan sangat terbatas.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyatakan bahwa pemerintah wilayah terus berupaya mempercepat proses pencairan support melalui pengesahan info di lapangan. Koordinasi intensif dilakukan dengan camat dan geuchik guna memastikan tidak ada lagi kesalahan info nan menghalang penyaluran bantuan.
“Langkah ini kami lakukan agar support tahap berikutnya dapat segera dicairkan. Prioritas kami adalah mempercepat proses agar penduduk tidak terlalu lama memperkuat di tenda pengungsian nan kondisinya sudah tidak memadai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Aceh, Azwar A. Gani, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi nan dialami masyarakat terdampak bencana. Ia menilai persoalan manajemen tidak semestinya menjadi penghambat dalam penyaluran support kemanusiaan.
“Kami sangat prihatin. Warga nan sudah terdampak musibah semestinya mendapatkan perhatian dan support secara cepat. Jangan sampai mereka kembali menjadi korban lantaran lambatnya proses administrasi,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).
Azwar juga mendorong pemerintah dan seluruh pihak mengenai untuk segera menyelesaikan persoalan info agar support dapat diterima secara tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, abdi negara desa, dan lembaga mengenai dalam mempercepat proses penyaluran.
Di tengah kondisi tersebut, penduduk diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi musibah susulan, terutama di wilayah rawan longsor. Cuaca nan tidak menentu menjadi ancaman tersendiri bagi penduduk nan tetap memperkuat di letak pengungsian.
Situasi ini menunjukkan bahwa percepatan penyaluran support bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga kebutuhan mendesak demi keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat terdampak musibah di Aceh Timur.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·