ARTICLE AD BOX
Dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Nahdlatul Ulama, dijelaskan mengenai badan otonom (banom)-nya. Salah satu dari banom tersebut, ialah Muslimat NU nan teruntuk personil wanita NU.
Muslimat NU resmi berdiri pada tanggal 28 Maret 1946 di Purwokerto, berbarengan dengan penyelenggaraan Muktamar ke-16 NU. Forum Muktamar menyetujui, Muslimat menjadi bagian NU, dengan nama Nahdlatul Ulama Muslimat disingkat NUM, nan kemudian berganti hingga sekarang menjadi Muslimat NU.
Untuk mengetahui perkembangan Muslimat NU dari waktu ke waktu, maka kita perlu memandang dan membaca banyak literatur, baik berupa foto, video, dokumen, arsip, buku, dan lain sebagainya nan mengangkat tema tentang Muslimat NU. Dalam konteks buku, setidaknya ada tiga kitab babon nan dapat kita baca, nan membahas Muslimat NU secara lengkap.
Pertama, ialah kitab Sedjarah Lahirnja Muslimaat NU di Indonesia nan disusun oleh Ny Hj Aisyah Dachlan. Buku ini dIterbitkan pada tahun 1955, berbarengan dengan momen Harlah ke-9 Muslimat NU. Kemudian, nan kedua, berjudul Sejarah Muslimat NU, nan terbit pada tahun 1979 nan diterbitkan oleh PP Muslimat NU.
Buku nan ketiga, adalah kitab nan bakal kita telaah dalam tulisan ini, ialah berjudul 50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara, dan Bangsa. Buku nan diterbitkan oleh PP Muslimat NU pada tahun 1996 ini, menjadi penanda momen separuh abad Muslimat NU.
Dalam kata sambutan, Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) saat itu, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan terbitnya kitab ini menjadi catatan sejarah dan perkembangan Muslimat NU selama 50 tahun, di sisi lain berisi nilai-nilai, semangat, dan motivasi aktivitas wanita NU nan merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas wanita Indonesia.
Meski ditulis 30 tahun silam, tapi kitab ini tetap relevan untuk menjadi sumber inspirasi dan ketauladanan bagi generasi masa sekarang dan mendatang. Gus Dur mengatakan:
"Buku tersebut juga merupakan sumber ketauladanan bagi generasi muda, khususnya wanita, dalam berkecimpung di beragam bagian kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan dengan tidak melupakan fitrahnya sebagai wanita dan sekaligus sebagai muslimat,"
Senada dengan Gus Dur, Ketua PP Muslimat NU saat itu, Ny Hj Aisyah Hamid Baidlowi mengatakan, selain menjadi inspirasi untuk generasi mendatang, juga sebagai pengingat bakal jasa para pendahulu nan telah banyak berjasa dalam mendirikan dan mengembangkan Muslimat NU.
"Keberadaan Muslimat NU seperti nan terlihat saat ini adalah hasil perjuangan nan tidak mengenal capek dari para pejuang, aktivis, sukarelawan Muslimat NU, sejak kelahirannya sampai sekarang dan dari wilayah pedesaan sampai ke pusat. Seluruh prestasi Muslimat NU diraih melalui pengorbanan moril maupun materiil dari seluruh pecinta Muslimat NU,"
Kiprah dan Harapan
Secara keseluruhan, kitab 50 Tahun Muslimat NU ini memuat kiprah Muslimat NU dari masa ke masa, khususnya dalam konteks ketika kitab ini ditulis, ialah dimulai pada masa sebelum berdiri hingga tahun 1996. Buku terdiri dari 5 bab disertai dengan lampiran-lampiran krusial seperti susunan pengurus PP Muslimat NU, AD/ART (kini PD/PRT) tahun 1995-2000, dan lain sebagainya.
Dalam lampiran juga memuat arsip Peraturan Khususi NU Muslimat nan dibuat pada tahun 1946. Peraturan Khususi NU Muslimat ini merupakan AD/ART Muslimat NU nan pertama, nan disusun oleh KH M Dachlan dan A A Diyar, serta disetujui dan ditandatangani oleh Rais Akbar Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari dan KH A. Wahab Chasbullah. Peraturan Khususi ini kemudian mengalami perubahan, seusai perkembangan zaman, menjadi PD/PRT Muslimat NU sekarang.
Sedangkan pada pembagian lima bab, memuat titel sebagai berikut: Bab I berjudul Potret Wanita Indonesia, dengan penjelasan mengenai wanita Indonesia pada masa pergerakan dan Gerakan Wanita Islam di Indonesia. Kemudian Bab II menjelaskan proses lahirnya Muslimat NU.
Pada Bab III diterangkan mengenai khidmah dan pengabdian Muslimat NU di beragam bidang. Mulai dari bagian pendidikan, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Sedangkan Bab IV berisi infografis mengenai ikhtisar sejarah dan perkembangan Muslimat NU dari masa ke masa. Pada bab ini, kita bakal dimudahkan untuk melacak hal-hal krusial nan pernah terjadi pada Muslimat NU serta beragam dinamika situasi nan terjadi di Indonesia.
Untuk mengenal lebih perincian mengenai para tokoh-tokoh krusial Muslimat NU, kita dapat membacanya pada Bab V nan memuat titel Mereka nan Berjasa. Pada bab tersebut terdapat sejumlah nama seperti Ny Hajjah R Djuaesih (Wanita Muslimat NU nan pertama naik mimbar), Ny Chodidjah Dachlan (penulis muqaddimah Anggaran Dasar nan pertama), dan Ny Machmudah Mawardi (Ketum Muslimat NU periode 1950-1979).
Selain nama-nama tersebut adapula Ny Aisyah Dahlan, Ny Solichah Wahid Hasyim, Ny Solechah Saifuddin Zuhri, Ny Chasanah Mansur, Ny Asmah Sjachruni, Ny Ali Masyhar, Ny Malichah Agus Salim, dan Ny Aisyah Hamid Baidlowi.
Pada akhirnya, publikasi kitab ini tentu selaras dengan salah satu tujuan berdirinya organisasi Muslimat NU, ialah untuk mewujudkan wanita Indonesia nan berkualitas, mandiri, dan bertakwa kepada Allah SWT. Hal tersebut juga menjadi pesan Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada masa itu, Ny Hj Enny Busiri. Dalam kata sambutan dia menuliskan:
"Dirgahayu Muslimat NU! Semoga dengan pengarahan dan petunjuk Allah SWT, Muslimat NU makin dirasakan kualitas perannya, bagi anggotanya, terutama bagi bangsa dan negara,"
Kiranya, kita pada momen Harlah ke-80 Muslimat NU ini, kita juga mengamini menjadi angan tersebut. Semoga Muslimat NU makin berkah dan bermanfaat. Harapan lainnya adalah ada publikasi kitab sejarah Muslimat NU nan terkini.
Identitas Buku
Judul : 50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara, dan Bangsa
Penulis: Tim Penulis, diketuai oleh Ny H Asmah Sjahruni
Tebal : 154 laman isi + 70 laman pengantar dan lampiran
Terbit : 1996
Penerbit: PP Muslimat NU
Peresensi: Ajie Najmuddin, Penulis Buku Menyambut Satu Abad NU
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·