ARTICLE AD BOX
Semarang, NU Online Jateng
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menekankan bahwa seluruh mobilitas kehidupan, termasuk dalam bumi pendidikan, kudu dilandasi oleh mahabbah atau cinta.
“Alam ini dasarnya adalah mahabbah. Begitu pula dalam bumi pendidikan. Kita mengajar lantaran dasar cinta kepada mahasiswa dan murid-murid kita. Sebaliknya, anak-anak kita belajar lantaran dasar cinta mereka kepada ilmu,” ujarnya dalam momen pisah sambut rektor sekaligus legal bihalal 1447 H di Auditorium II Gedung Prof Tgk Ismail Yaqub, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (31/3/2026)
Ia mengingatkan, tanpa landasan cinta, proses pendidikan hanya bakal menjadi rutinitas mekanis nan kehilangan makna. Karena itu, dia menegaskan pentingnya prinsip fa ahbabu (berbelas kasih) agar pendidik bisa mencetak generasi nan tidak hanya pandai secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.
Selain itu, Kiai Ubaid juga membujuk seluruh civitas akademika menjadikan Idul Fitri sebagai momentum rekonsiliasi batin, baik dengan diri sendiri maupun dengan lingkungan sekitar.
“Jika kedamaian ini tercipta, insyaallah semuanya bakal menjadi daya nan sangat kuat bagi kepercayaan dan bangsa,” tambahnya.
Pesan tersebut dinilai krusial di tengah masa transisi kepemimpinan kampus. Kekompakan dan kedamaian internal diharapkan menjadi modal utama bagi kepemimpinan baru dalam membawa UIN Walisongo Semarang menuju kemajuan di masa mendatang.
Selengkapnya klik di sini.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·