ARTICLE AD BOX
Teks hadis
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق، والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل
“Barangsiapa nan bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) nan berkuasa disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat nan disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka betul adanya, maka Allah bakal memasukkannya ke dalam surga, sesuai kebaikan nan telah dikerjakakannya” (HR. Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28)
Persaksian nan dijamin surga
Dalam sabda di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan agunan surga bagi siapa saja nan bersaksi tentang hal-hal berikut:
Pertama, bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) nan berkuasa disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Yaitu dalam sabda Nabi: (من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له)
Maksudnya adalah mengucapakan kalimat ini dengan lisan, memahami maknanya dengan benar, dan beramal dengan konsekuensinya secara lahir dan batin. Seseorang nan bersyahadat kudu meyakini bahwasanya tidak ada sesembahan nan berkuasa disembah selain hanya Allah saja.
Kedua, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Yaitu dalam sabda Nabi: (وأن محمداً عبده ورسوله)
Maksudnya adalah bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan sekaligus juga utusan nan membawa risalah Allah. Status beliau sebagai hamba Allah, maka tidak boleh berlebih-lebihan sampai mengangkat derajat beliau melampaui sebagai hamba sehingga dijadikan sebagai sesembahan. Status beliau sebagai rasul utusan Allah, maka wajib untuk ditaati dan tidak boleh didustakan.
Ketiga, bersaksi bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, dan kalimat nan disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya.
Yaitu dalam sabda Nabi: (وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه)
Maksudnya adalah meyakini bahwa Isa adalah hamba buatan Allah dan juga sekaligus rasul utusan-Nya.
Keempat, bersaksi bahwa surga betul adanya.
Yaitu dalam sabda Nabi: (والجنة حق)
Maksudnya meyakini bahwa surga betul adanya dan telah Allah sediakan bagi orang-orang nan beriman.
Kelima, bersaksi bahwa neraka betul adanya.
Yaitu dalam sabda Nabi: (والنار حق)
Maksudnya meyakini bahwa neraka betul adanya dan telah Allah sediakan bagi orang-orang nan kafir.
Allah telah memberitakan tentang surga dan neraka di dalam Al-Quran dan tidak boleh ragu tentangnya.
Baca juga: Konsekuensi Syahadatain
Apa nan dimaksud persaksian?
Maksud persaksian alias syahadat nan betul kudu terkandung tiga hal, yaitu: 1) mengucapkannya dengan lisan; 2) mengilmui maknanya; dan 3) mengamalkan segala konsekuensinya. Maka syahadat tidak cukup hanya sekadar mengucapknnya saja.
Ahli tauhid pasti masuk surga
Yang dimaksud dengan ‘alaa maa kaana minal ‘amal (sesuai kebaikan nan telah dikerjakannya) ada dua tafsiran:
Pertama: Mereka bakal masuk surga walaupun mempunyai dosa-dosa selain syirik, lantaran dosa-dosa selain syirik tersebut tidak menghalanginya untuk masuk ke dalam surga, baik masuk surga secara langsung, maupun pada akhirnya masuk surga, meski sempat diazab di neraka. Ini merupakan keistimewaan tauhid nan dapat menghapuskan dosa-dosa dengan izin Allah, dan menghalangi seseorang kekal di neraka.
Kedua: Mereka bakal masuk surga, namun kedudukan mereka dalam surga sesuai dengan ibadah mereka, lantaran kedudukan seseorang di surga bertingkat-tingkat sesuai dengan kebaikan salehnya.
Faidah hadis
Hadis di atas mengandung beberapa faedah:
(1) Keutamaan tauhid, bahwasanya tauhid bisa menghapuskan beragam macam dosa.
(2) Luasnya karunia dan kebaikan Allah pada seluruh hamba-Nya.
(3). Wajib menjauhkan diri dari sikap berlebihan dan meremehkan para rasul dan orang saleh. Maka, tidak boleh menolak dan mendustakan beliau sebagai rasul. Tidak boleh pula ghuluw dengan menyembah beliau lantaran beliau adalah hamba nan tidak boleh disembah.
(4) Akidah tauhid menyelisihi kepercayaan kufur lainnya, baik Nasrani, Yahudi, alias kepercayaan orang musyrik.
(5) Ahli tauhid nan berdosa tidak bakal kekal dalam neraka. Namun, bukan berfaedah kita boleh meremehkan maksiat. Hal ini lantaran mahir tauhid nan menyempurnakan tauhidnya dengan menjauhi maksiat bakal lebih mulia kedudukannya di surga dan lebih selamat dari siksa neraka.
(7) Hadis ini membantah seluruh aliran kekufuran, membantah Yahudi nan menyatakan Isa adalah anak zina, membantah Nasrani nan menyatakan bahwa Isa adalah Allah alias anak Allah, membantah sebagain filsuf nan mengingkari adanya surga dan neraka, membantah kaum musyrikin penyembah berhala, membantah sekte Jahmiyah dan ‘Asyairah nan mengingkari Allah berbincang secara hakiki, serta membantah kaum sufi ekstrim nan berlebihan dan mengkultuskan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga mengangkat beliau kepada derajat ketuhanan.
Baca juga: 7 Syarat Diterimanya Dua Kalimat Syahadat
***
Penulis: Adika Mianoki
Artikel Muslim.or.id
Referensi:
(1) Al Mulakhos fii Syarhi Kitaabi at-Tauhid, karya Syekh Shalih Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan.
(2) Baitul Qashiid fii Syarhi Kitaabi at-Tauhid Juz 1, karya Ahmad bin ‘Abdirrahaman bin ‘Utsman Al-Qaadhy.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·