ARTICLE AD BOX
Semarang, NU Online
Arus mudik dan kembali Lebaran 2026 tidak hanya menghadirkan kisah pertemuan keluarga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah.
Di sepanjang jalur strategis, terutama sekitar Exit Tol Salatiga hingga koridor Semarang-Solo, aktivitas ekonomi tampak meningkat signifikan. Warung makan, pedagang kaki lima, hingga restoran ramai diserbu pemudik nan singgah untuk beristirahat.
Salah satu nan merasakan lonjakan tersebut adalah rumah makan ayam goreng di area Tuntang, Kabupaten Semarang. Pengelolanya, Sapta Aprilia (40), menyebut omzet usahanya meningkat hingga dua kali lipat selama libur Lebaran.
“Peningkatannya bisa dibilang drastis, sekitar 100 persen. Kalau hari biasa omzet Rp2 juta sampai Rp3 juta, saat Lebaran bisa tembus Rp5 juta lebih per hari,” ujarnya, Ahad (29/3/2026) diberitakan NU Online Jateng.
Lonjakan visitor terlihat dari padatnya area parkir nan dipenuhi kendaraan berpelat luar daerah. Untuk menjaga kualitas layanan, dia apalagi menambah dua tenaga kerja harian.
Hal serupa dialami pedagang mie ayam dan bakso di jalur Semarang-Solo wilayah Tuntang. Dalam kondisi normal, kebutuhan mie hanya sekitar 5-7 kilogram per hari. Namun saat musim Lebaran, jumlah tersebut melonjak hingga 25 kilogram per hari.
“Habis terus, ambil lagi, lenyap lagi,” tuturnya menggambarkan tingginya permintaan.
Sementara itu, sektor kafe dan restoran juga mencatat peningkatan, meski dengan pola berbeda. Manager Reinz Cafe dan Resto di Demak, Aziz, menjelaskan lonjakan visitor lebih didominasi reservasi untuk aktivitas halalbihalal dan reuni keluarga.
“Jadwal sudah penuh sampai minggu depan lantaran banyak reservasi dari jauh hari,” katanya.
Namun demikian, kunjungan spontan alias walk-in justru condong menurun, diduga lantaran aspek cuaca nan tidak menentu.
Di sisi lain, sektor pariwisata turut menikmati akibat positif dari momentum Lebaran. Berdasarkan info Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, jumlah kunjungan visitor mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama periode H-7 hingga H+4 Lebaran 2026, tercatat sebanyak 687.470 kunjungan wisatawan, meningkat 5,25 persen dibandingkan periode nan sama pada 2025 nan mencapai 653.178 kunjungan.
Sejumlah destinasi unggulan menjadi magnet utama wisatawan, seperti Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, Pantai Menganti, Kota Lama Semarang, Benteng Fort Willem I Ambarawa Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, serta Candi Prambanan.
Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, menilai peningkatan ini menunjukkan bahwa momentum Lebaran menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, baik dari sisi konsumsi masyarakat maupun sektor pariwisata.
Dengan tingginya mobilitas pemudik dan wisatawan, Lebaran 2026 kembali membuktikan perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal nan bisa menghidupkan beragam sektor upaya di Jawa Tengah.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·