ARTICLE AD BOX
Dampak jelek tuduhan lainnya adalah dia bakal membuka beragam pintu kesesatan terhadap manusia, baik dari segi iktikad maupun akhlak. Orang-orang nan menyimpang dan sesat bakal semakin berani untuk menyebarkan kebatilan dan keburukan mereka, dikarenakan orang-orang nan berada di atas kebenaran tersibukkan dengan tuduhan di antara mereka. Waktu mereka lenyap karenanya, dan perhatian mereka teralihkan dari menebarkan manfaat, menyebarkan ilmu, serta mengambil faedah dari kebaikan.
Maka, orang-orang nan menyimpang dan sesat bakal memanfaatkan keadaan tersebut. Mereka mulai berani dan terang-terangan dalam menampakkan dan menyebarkan kebatilan, menyiarkan kejahatan, membujuk kepada adab nan jelek dan kerusakan, alias menyeru kepada penyimpangan iktikad serta pemikiran-pemikiran sesat nan menyimpang. Mereka mendapatkan kesempatan itu ketika manusia dan orang-orang baik tersibukkan oleh tuduhan di antara mereka.
Hal ini menegaskan bahwa setiap Muslim wajib selalu meningkatkan kewaspadaan nan tinggi terhadap tuduhan nan muncul dan akibat-akibatnya.
Di antara dampaknya pula, tuduhan bakal menyebabkan musuh-musuh dengan mudah menguasai orang-orang beriman. Hal itu terjadi ketika para pembela kebenaran saling berselisih, pertumpahan darah meluas, urusan mereka kacau, dan persatuan mereka tercerai-berai. Musuh pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menekan orang-orang beragama dengan beragam corak tekanan.
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,
وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
“Dan janganlah kalian berselisih, nan menyebabkan kalian menjadi lemah dan lenyap kekuatan kalian.” (QS. Al-Anfal: 46)
Wajib bagi orang-orang beragama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tuduhan nan bergolak dan beragam corak bahayanya, serta senantiasa menjaga diri dan berhati-hati darinya. Hendaknya mereka menghadap kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dengan penuh kejujuran dan ketulusan, memohon agar Allah melindungi mereka dari tuduhan nan tampak jelas maupun nan tersembunyi, memperbaiki keadaan mereka, serta mempersatukan mereka di atas kebenaran dan petunjuk.
Kita memohon kepada Allah nan Maha Mulia, Rabb Pemilik ‘Arsy nan agung, dengan nama-nama-Nya nan terindah dan sifat-sifat-Nya nan paling mulia, Dia-lah Allah nan tidak ada sesembahan nan berkuasa disembah selain Dia,
Yang rahmat dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, agar Dia melindungi kita dari fitnah-fitnah nan bergejolak, nan tampak maupun nan tersembunyi; menyelamatkan kita dari bahayanya, menjaga kita dengan penjagaan-Nya. Sesungguhnya Dia-lah Allah nan Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.
Semoga selawat, salam, keberkahan, dan hidayah senantiasa tercurah kepada hamba Allah dan Rasul-Nya, Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta family dan seluruh sahabatnya.
[Selesai]
KEMBALI KE BAGIAN 6
***
Penerjemah: Chrisna Tri Hartadi
Artikel Muslim.or.id
Referensi:
Kitab Atsarul Fitan, karya Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah, hal. 51–54.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·