Antrean Mengular di SPBU, Masyarakat Khawatir Stok Menipis dan Harga BBM Naik

Sedang Trending 4 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bekasi, NU Online

Informasi mengenai tidak adanya kenaikan nilai bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 terpampang jelas di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dalam pengumuman tersebut tertulis, “Harga BBM 1 April 2026 Tetap Tidak Ada Perubahan”. Namun, antrean kendaraan justru mengular dalam beberapa hari terakhir akibat kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan stok dan kenaikan nilai dalam waktu dekat.


Pantauan NU Online pada Rabu (1/4/2026) pukul 07.55 WIB di SPBU 3417127 milik Pertamina di Jalan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat menunjukkan lonjakan jumlah pengendara nan datang untuk mengisi BBM. Tidak hanya sepeda motor, antrean mobil juga tampak memadati area SPBU.


Irul, petugas SPBU Pertamina 3417127, mengungkapkan bahwa kejadian ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.


“Kurang lebih lima harian ini banyak masyarakat nan takut nilai bensin naik jadi nan biasanya isi cuman Rp10.000-20.000 ini banyak nan isi full untuk motor ya, mobil juga biasanya cuman Rp50.000-100.000 ribu lantaran takut tidak kebagian bensin isi full,” ujarnya kepada NU Online, Rabu (1/4/2026).


“Yang antre panjang banget biasanya pertalite, tapi pertamax juga sama panjang biasanya cuman 4-5 kendaraan saja, ini sampai ke gerbang juga,” sambungnya.


Akibat meningkatnya permintaan, perubahan jam operasional pun terpaksa dilakukan oleh pihak SPBU. Jika sebelumnya antrean nyaris tidak pernah terlihat di pagi hari, sekarang kendaraan sudah mulai memadati area sejak sebelum SPBU dibuka.


“Kita buka dari jam 05.30 biasanya tidak ada nan antre di gerbang, misalkan ada cuman 1 sampai 2 kendaraan aja, beberapa hari terakhir, banyak kendaraan nan sudah standby di depan gerbang, kita tutup itu biasanya jam 23.00 cuman ya beberapa hari terakhir baru tutup 24.00, semalam aja baru tutup jam 01.00 lantaran antrean tidak putus,” ujar Irul.


Irul mengungkapkan bahwa masyarakat cemas terjadi kenaikan nilai sehingga pengisian bensin nan sebelumnya hanya sebagian sekarang dilakukan hingga penuh.


“Padahal perhari ini, 1 April tidak ada kenaikan harga. Kata ketua sih bakal ada kenaikan tapi belum tahu kapan lantaran memandang stok bensinnya,” katanya.


Ia mengungkapkan bahwa satu mobil tangki bensin biasanya dapat mencukupi persediaan selama satu minggu, tetapi dengan adanya kejadian tersebut, hanya memperkuat empat sampai lima hari.


“Kita baru isi dua hari nan lalu, tadi pagi ketua bilang sudah pesan bensin lagi lantaran persediaan bensin disini di prediksi bisa dua sampai tiga hari lagi jika peminatnya seperti ini,” ungkapnya.


Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh masyarakat. Perubahan pola pengisian BBM pun mulai dilakukan sebagai corak antisipasi terhadap potensi kenaikan harga. Cahyo, seorang pekerja pabrik nan bekerja di wilayah Cibitung, kebiasaannya dalam mengisi BBM diakui telah diubah.


“Bisanya saya santuy aja jika isi bensin ya pas tangkinya mendekati kosong, ini kurang satu alias dua garis (tanda bensin di motor) langsung isi lantaran takut harganya naik, apalagi stok bensin juga katanya mulai menipis,” katanya.


“Jadi, saya bergegas aja isi, berangkat kerja dan pulang kerja sekarang kudu isi. Kalau BBM naik, pasti berpengaruh ya ke nan lain-lain, mana penghasilan tetap tapi BBM naik ini jelas merugikan kita, rakyat mini begini. Semoga pemerintah ada solusi kongkret ya,” sambungnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Putri, seorang ibu rumah tangga. Kebiasaan pengisian BBM dalam jumlah mini untuk kebutuhan harian diungkapkan olehnya sebagai praktik nan biasa dilakukan. Namun, kondisi tersebut sekarang berubah lantaran adanya kekhawatiran bakal kenaikan harga.


“Saya bisanya isi Rp10.000-15.000 saja. Itu juga bisa untuk seminggu. Cuman ini kudu diisi full lantaran takut naik. Saya baru isi hari ini lantaran mau liat apakah betul nilai bbm per 1 April tidak jadi naik, rupanya tidak naik. Semoga tidak jadi naik ya. Kalau bensin naik berkapak ke nilai sayur dan ayam nan bakal naik juga, belum kebutuhan lain juga bakal naik jika bensin naik,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber NU ONLINE
NU ONLINE