Yenny Wahid Soroti Fenomena Pengantin Pesanan: Anak Perempuan Jadi Korban Perdagangan Manusia

Sedang Trending 2 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jakarta, NU Online

Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) menyoroti fenomena pesanan pengantin nan membikin anak wanita jadi korban perdagangan manusia.


Ia menyebut kejadian ini tetap terjadi di Indonesia dengan menyasar family tidak mampu.


“Biasanya orang tua menerima penghasilan dari pihak luar negeri nan memesan pengantin. Anak wanita dijanjikan bakal dinikahi, tetapi ketika dibawa ke luar negeri kita tidak tahu apakah betul menjadi istri alias justru masuk sindikat perdagangan manusia,” ujar Yenny saat ditemui NU Online di Kediamannya, Ciganjur, Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).


Yenny menegaskan tantangan wanita Indonesia saat ini bukan hanya soal pendidikan dan kesetaraan, tetapi juga ancaman kejahatan modern.


Ia menilai generasi muda, khususnya perempuan, mempunyai peran krusial untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak penipuan online, gambling daring, maupun pinjaman ilegal.


Dalam pernyataannya, Yenny juga mengaitkan perihal ini dengan semangat Hari Kartini. Menurutnya, Hari Kartini adalah simbol perjuangan pendidikan, kesetaraan, dan pemberdayaan. Nilai-nilai tersebut tetap sangat dibutuhkan untuk memperkuat masyarakat.


“Generasi muda wanita Indonesia saat ini mempunyai lebih banyak privilege dibandingkan Kartini era dulu. Karena itu, mereka diharapkan bisa menyumbangkan keahliannya untuk melanjutkan cita-cita Kartini, memajukan pendidikan, sekaligus melindungi masyarakat dari jebakan pidana berbasis teknologi," tegasnya.


Yenny Wahid menegaskan bahwa kekuatan wanita tidak boleh di remehkan, wanita untuk bisa berdaya, wanita kudu berasosiasi dan menyuarakan aspirasinya.


“Perempuan-perempuan seluruh dunia, apalagi di Indonesia, kudu berkumpul untuk bersama-sama menyambungkan energi. jangan pernah meremehkan peran wanita dalam mengubah dan membentuk peradaban di bumi Untuk bisa berdaya, wanita kudu berkumpul, wanita kudu berserikat, wanita kudu berbicara,” tegasnya.


Senada, Sekjen Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Tantri Dyah Kiranadewi menyampaikan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini kudu terus hidup dalam langkah wanita Indonesia.


Ia menekankan bahwa setiap tahun wanita selalu berkontribusi bagi bangsa untuk memperkuat posisi wanita di beragam bidang.


“Perempuan Indonesia bakal terus maju, melangkah lebih cepat, dan bersama-sama hand in hand, asah asih asuh untuk mengedepankan peran wanita dalam kondisi dunia saat ini. Perjuangan wanita tidak berakhir pada Ibu Kartini, tetapi terus bersambung hingga sekarang dari barat sampai timur negeri,” ujarnya.


Kontributor: Ahmad Syafiq S

Selengkapnya
Sumber NU ONLINE
NU ONLINE