ARTICLE AD BOX
Rembang, NU Online
Gabungan organisasi literasi se-Kabupaten Rembang nan diinisiasi Komunitas Literasi Lubuk Ilmu kembali menunjukkan kepeduliannya dalam pengembangan kapabilitas pemuda di bagian sastra melalui Workshop Parade Sastra Bercerita. Kegiatan ini digelar di Taman Budaya Sambongan, Sulang, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026).
Sebanyak 55 peserta nan terdiri atas mahasiswa, pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat umum dari wilayah Pantura Timur mengikuti aktivitas tersebut. Workshop ini menjadi sarana pembekalan keahlian menulis, khususnya dalam menciptakan puisi dan novel, sekaligus memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik untuk menyusun karya nan baik, menarik, dan beretika.
Penyair asal Tebing Tinggi, Sumatera, Saut Situmorang, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sastra merupakan bagian dari pengetahuan pengetahuan. Menurutnya, sastra dipelajari di beragam universitas di bumi dan sejajar dengan bagian seni lainnya seperti karawitan, seni rupa, dan seni lukis.
Ia menekankan bahwa puisi tidak hanya berbincang tentang keelokan bahasa, tetapi juga kejujuran dan kekuatan makna.
“Puisi tidak hanya tercipta saat membaca, tetapi dapat lahir dari beragam kejadian kehidupan manusia,” ujar Saut saat memberikan materi, Sabtu (4/4/2026).
Saut juga menjelaskan konsep surealisme dalam puisi, ialah pendekatan nan menghadirkan objek nyata dalam situasi nan tidak lazim alias menyerupai mimpi guna menggali alam bawah sadar manusia.
“Keindahan puisi bisa datang dari pertemuan hal-hal nan tampak tidak masuk akal,” katanya.
Ia menambahkan, khayalan serta permainan diksi menjadi unsur krusial dalam membangun kekuatan artistik sebuah puisi. Ia mencontohkan style penyair seperti W.S. Rendra dan Chairil Anwar nan bisa menghadirkan puisi dalam corak absurd maupun lugas dengan makna nan mendalam.
Sementara itu, novelis asal Tuban, Jawa Timur, Mahfud Ikhwan, menuturkan bahwa proses penulisan novel memerlukan eksplorasi nan luas, termasuk mengunjungi tempat-tempat baru nan belum banyak dikenal.
Mahfud menekankan pentingnya penggunaan perspektif pandang nan variatif dalam penulisan novel, seperti melalui teknik bercerita langsung, surat, maupun dongeng. Ia juga mengingatkan bahwa sebuah novel kudu mempunyai unsur utama seperti tokoh, konflik, alur, serta kompleksitas cerita.
“Pengalaman individual menjadi salah satu kekuatan dalam bercerita. Narasi nan bisa menggambarkan suasana bakal memperkaya dan memperdalam cerita dalam novel,” tandas Mahfud.
Melalui aktivitas ini, para peserta diharapkan dapat mengembangkan keahlian literasi sekaligus meningkatkan kualitas karya sastra, khususnya di kalangan generasi muda.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·