ARTICLE AD BOX
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Ketua Eksekutif International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia Syed Azman Syed Ahmad Nawawi, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (3/4/2026).
Dalam pertemuan nan berjalan sekitar satu jam tersebut, Syed Azman menyampaikan bahwa kedatangannya bermaksud untuk mendapatkan pandangan dari para ustad NU mengenai kondisi geopolitik bumi saat ini.
“Saya datang ke sini untuk mendapat pandangan dari Pak Kiai kita dari NU, satu organisasi nan besar. Kita mengambil pandangan, mendengar nasihat tentang perkembangan-perkembangan semasa, khususnya geopolitik bumi nan berkocak sekarang ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembahasan tersebut secara unik menyoroti situasi bumi Islam, termasuk bentrok Iran dengan Amerika dan Israel. Menurutnya, para ustad memberikan banyak nasihat serta pandangan nan tepat mengenai dinamika geopolitik global.
“Di antaranya kita memandang gimana kita mencari jalan penyelesaian, bukan dalam corak emosional, tetapi dalam corak nan praktis, bukan saja untuk Indonesia dan Malaysia, tetapi seluruh umat di seluruh bumi ini. Ini nan penting, bukan berbentuk emosional, tetapi penyelesaian terbaik nan perlu dicari jalannya,” lanjutnya.
Ia juga berambisi situasi dunia saat ini dapat mendorong penyatuan dan kerja sama antarlembaga besar, seperti Nahdlatul Ulama dan organisasi di Malaysia, guna mencari solusi atas beragam persoalan nan dihadapi negara-negara umat Islam.
“Situasi dunia ini memerlukan penyatuan dan juga kerja sama di antara organisasi-organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan juga organisasi di Malaysia untuk bekerja sama dengan lebih berkawan dan rapat, untuk memandang penyelesaian terhadap persoalan nan dihadapi oleh negara-negara umat Islam, insyaallah,” katanya.
Lebih lanjut, Syed Azman menjelaskan bahwa krisis daya nan terjadi juga berakibat pada Malaysia. Namun, pemerintah setempat berupaya mengambil langkah-langkah positif untuk menjaga stabilitas dan kepentingan rakyat.
“Ya, memang terkesan. Bukan Malaysia saja, seluruh bumi terkesan. Tapi kita mengambil langkah-langkah nan positif untuk menjamin kestabilan dan juga kepentingan, nan krusial kepentingan rakyat Malaysia itu sendiri, insyaallah,” terangnya.
Selain itu, dia menambahkan bahwa kunjungan ini juga bermaksud untuk membangun kerja sama antara IAIS Malaysia dan PBNU ke depan.
“Insyaallah, mudah-mudahan bakal ada satu konvensi di Kuala Lumpur ataupun di Jakarta, nan diterajui oleh Nahdlatul Ulama dan juga teman-teman dari Malaysia, insyaallah taala,” ungkapnya.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·