Khutbah Jumat: Kenaikan BBM dan Panic Buying dalam Pandangan Islam

Sedang Trending 2 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat penutupan Selat Hormuz imbas perang AS-Israel dan Iran, dirasakan oleh seluruh negara di dunia. Sehingga dengan perihal ini, beragam kebijakan pemerintah dari setiap negara muncul untuk menjaga kesiapan BBM tetap terjaga bagi masyarakat mereka. Salah satu dari kebijakan tersebut adalah meningkatkan harga. Termasuk di Indonesia, rumor ini mencuat. Meskipun demikian, panic buying (memborong lantaran takut kehabisan) tidak diperkenankan dalam Islam.
 

Khutbah Jumat dengan judul, “Khutbah Jumat: Kenaikan BBM dan Panic Buying dalam Pandangan Islam”, Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas alias di bawah tulisan ini. Semoga bermanfa’at.
 


Khutbah I
 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَ بِالْقَصْدِ وَالِاعْتِدَالِ، وَنَهَى عَنِ الْإِسْرَافِ وَالِاحْتِكَارِ فِيْ كُلِّ حَالٍ، وَجَعَلَ التَّكَافُلَ بَيْنَ الْعِبَادِ سَبَبًا لِدَفْعِ الْبَلَاءِ وَحُسْنِ الْمَآلِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
 

Jamaah kaum Muslimin nan dirahmati Allah
Puji syukur atas kehadirat Allah, Tuhan semesta alam. Dia adalah Dzat nan telah menjadikan manusia memerlukan makhluk lain untuk memastikan kelangsungan hidup. Manusia memerlukan tumbuhan untuk bernafas dan makan, serta memerlukan hewan dan daya untuk beraktivitas. Semua itu menunjukkan bahwa tidak ada manusia nan bisa hidup dengan sendirinya.
 

Shalawat dan salam, kudu selalu kita senandungkan untuk junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Makhluk nan paling sempurna, sosok insan nan layak untuk kita ikuti setiap perilakunya. Begitu juga kepada para kerabat beliau, sahabat, dan para ustadz nan telah menyebarkan aliran suci nan dibawanya, semoga Allah memberikan rahmat kepada mereka.
 

Khatib beramanat kepada diri sendiri dan jamaah shalat Jum’at, mari tingkatkan ketaqwaan kepada Allah saw. Salah satu caranya adalah dengan tetap mengikuti orang-orang nan berada di jalan kebenaran. Sebagaimana firman Allah dalam QS At-Taubah ayat 119:
 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
 

Artinya: “Wahai orang-orang nan beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah berbareng orang-orang nan benar!”
 

Jamaah kaum Muslimin nan dirahmati Allah
Sejak selat Hormuz ditutup oleh Iran, pada akhir bulan Februari dan awal Maret 2026, seluruh negara di bumi menetapkan status siaga dan merancang kebijakan tanggap darurat untuk penghematan daya bahan bakar minyak (BBM).
 

Bagaimana tidak, selat Hormuz ini adalah jalur perdagangan internasional nan setiap harinya, terdapat kapal-kapal tangker berlalu-lalang menyebarkan 20% kebutuhan daya ke seluruh dunia.
 

Maka dengan ini, sejak 17 Maret, Jepang mulai mencari sumber daya pengganti dan mulai menggunakan pasokan daya cadangan. Sri Lanka, sejak penutupan selat Hormuz, di negara tersebut pemilik kendaraan pribadi hanya bisa memperoleh 15 liter bensin per pekan. Kemudian, di Mesir, pemerintahnya berupaya menekan konsumsi daya dengan membikin kebijakan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan dan restoran hingga pukul 21.00. Selain ketiga negara tersebut, tetap banyak kebijakan penghematan nan dilakukan oleh negara lain.
 

Termasuk di negara tercinta, Indonesia, baru-baru ini, Menteri Perdagangan, Airlangga Hartanto, menyampaikan 8 poin kebijakan pemerintah dalam menyikapi krisis daya ini, di antaranya: penerapan kerja dari rumah dan pembatasan penggunaan kendaraan dinas bagi pejabat.
 

Jamaah kaum Muslimin nan dirahmati Allah
Saat kondisi darurat semacam ini, kita kudu tetap sadar dan berhati-hati dalam menerima berita. Pastikan sumbernya andal dan menampilkan kebenaran nan tengah terjadi. Termasuk juga mengendalikan reaksi terhadap isu-isu liar nan tengah berkembang di masyarakat.
 

Jangan sampai ada berita alias rumor hoax beredar di masyarakat, misalnya nilai BBM bakal dinaikkan oleh pemerintah, imbas dari perang di Timur Tengah. Sehingga dengannya menyebabkan kita panik dan berupaya memborong segala perihal untuk menjaga ketersediaan, termasuk secara tergesa-gesa ke SPBU untuk menyiapkan persediaan BBM.
 

Kita tidak boleh melakukan tindakan demikian. Sebab dalam Islam, perihal ini termasuk dalam kategori israf (berlebih-lebihan). Sebagaimana nan diterangkan dalam QS. Al-A’raf ayat 31:
 

وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
 

Artinya: “Dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang nan berlebihan.”
 

Jamaah kaum Muslimin nan dirahmati Allah
Meskipun ayat ini secara ekplisit menyinggung perilaku berlebihan dalam urusan makan dan minum, bakal tetapi, dijelaskan oleh Syekh As-Sya’rawi dalam kitab Tafsir Asy-Sya’rawi, jilid VII, laman 4113, bahwa segala tindakan melampaui pemisah normal, termasuk ke dalam perihal nan tidak diperbolehkan dan menyebabkan pelakunya sebagai orang nan melampaui batas. As-Sya’rawi merincikan:
 

فَإِذَا لَمْ يُوجَدْ مَا يُغْنِيكَ، فَالْحَقُّ يَحِلُّ لَكَ أَنْ تَأْخُذَ عَلَىٰ قَدْرِ مَا يَحْفَظُ عَلَيْكَ حَيَاتَكَ، وَالْمُسْرِفُونَ هُمُ الْمُتَجَاوِزُونَ الْحُدُودَ
 

Artinya: “Maka andaikan tidak ditemukan sesuatu nan dapat mencukupimu, diperbolehkan bagimu untuk mengambil sekadar saja nan dapat menjaga kelangsungan hidupmu. Dan orang-orang nan berlebihan adalah mereka nan melampaui batas.”
 

Jamaah kaum Muslimin nan dirahmati Allah
Selain menyebabkan kita berpotensi melakukan perihal nan tidak diperkenankan oleh Islam, perilaku kita nan memborong kebutuhan seperti BBM untuk menimbunnya dapat menyebabkan kita menjadi orang nan salah dan berdosa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits nan diriwayatkan oleh Imam Muslim, berasal dari Ma’mar bin Abdillah:
 

عَنْ مَعْمَرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ ، عَنْ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ‌لَا ‌يَحْتَكِرُ ‌إِلَّا خَاطِئٌ
 

Artinya: "Dari Ma’mar bin Abdillah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Tidaklah seseorang itu menimbun (barang) selain dia bersalah.” (HR. Muslim).
 

Jamaah kaum Muslimin nan dirahmati Allah
Abul Abbas al-Qurthubi dalam kitab Al-Mufhim lima Asykala min Talkhish Kitab Muslim, jilid IV, laman 520, menjelaskan, perbuatan menimbun ini tidak diperkenankan dalam perihal apapun:
 

قُلْتُ: وَهٰذَا الْحَدِيْثُ بِحُكْمِ إِطْلَاقِهِ، أَوْ عُمُوْمِهِ، يَدُلُّ عَلَىٰ مَنْعِ الِاحْتِكَارِ فِي كُلِّ شَيْءٍ
 

Artinya: “Aku berkata: 'Hadits ini, berasas keumuman dan cakupannya, menunjukkan larangan penimbunan dalam segala hal'.”
 

Jamaah kaum Muslimin nan dirahmati Allah
Dalam situasi susah seperti sekarang, ketika kebutuhan daya sedang langka dan kondisi terasa tidak pasti, sebagian orang condong membeli peralatan secara berlebihan lantaran panik.

Padahal, dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 31, Allah mengingatkan agar kita tidak berlebih-lebihan. Panic buying pada dasarnya adalah corak sikap berlebihan nan lahir dari rasa takut, bukan keputusan nan timbul karena untuk memenuhi kebutuhan.
 

Selain itu, penimbunan peralatan nan dibutuhkan banyak orang, seperti BBM, juga termasuk perbuatan nan dilarang. Rasulullah saw menjelaskan bahwa orang nan menimbun peralatan termasuk orang nan berdosa.
 

Karena itu, nan perlu kita lakukan adalah tetap tenang dan tidak terbawa kepanikan. Belilah peralatan secukupnya sesuai kebutuhan. Mari kita jaga kepedulian terhadap sesama, agar di tengah situasi susah ini, semua orang tetap bisa mendapatkan kebutuhannya dengan adil. Serta tetaplah ikuti kebijakan pemerintah.
 

 بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
 

Khutbah II
 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
 

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.  اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ


 


Ustadz Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman

Selengkapnya
Sumber NU ONLINE
NU ONLINE