ARTICLE AD BOX
Kebahagiaan hidup sangat berjuntai pada keahlian menjaga hati, sikap, dan hubungan sosial dari hal-hal negatif nan melemahkan. Dengan senantiasa mendekat diri dan bermohon kepada Allah, melatih diri menjadi lebih kuat, disiplin, dan peduli, kita berambisi dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, penuh semangat, dan terhindar dari beragam kesulitan nan memberatkan.
Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul: “8 Hal nan Dijauhi Rasulullah, Mulai dari Cemas Hingga Dililit Utang”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas alias bawah tulisan ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat nan dirahmati Allah
Menjadi tanggungjawab bagi khatib pada setiap khutbah Jumatnya untuk senantiasa beramanat takwa kepada jamaah wabil unik kepada diri khatib pribadi. Oleh lantaran itu marilah pada kesempatan mulia ini, kita kuatkan komitmen kita untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, ialah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Di antara bentuk ketakwaan itu adalah menjaga hati dan diri kita dari beragam penyakit nan dapat melemahkan kehidupan, seperti kegelisahan, kesedihan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, hingga lilitan utang dan tekanan sesama manusia. Maka, marilah kita mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak doa, memohon perlindungan agar kita terhindar dari perihal dan kondisi negatif nan bisa melemahkan semangat juang dalam kehidupan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat nan dirahmati Allah
Dalam kehidupan ini, setiap kita pasti menghadapi beragam ujian. Tidak ada satu pun di antara kita nan hidup tanpa masalah. Namun sebagai seorang Muslim nan percaya dan percaya pada takdir Allah, kita tidak dibiarkan tanpa arah. Rasulullah saw telah memberikan pedoman ikhtiar dengan angan agar terhindar dari hal-hal negatif nan bisa saja datang setiap saat.
Rasulullah pernah memberikan piagam angan kepada seorang sahabat beliau dalam sebuah hadits nan diriwayatkan Abu Dawud dalam hadits nomor 1555. Doa ini diberikan ketika pada suatu hari Rasulullah masuk ke masjid dan memandang sahabat Abu Umamah duduk di masjid dan terlihat bingung.
Rasulullah pun menyapanya: “Hai Abu Umamah, ada apa saya melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?” Abu Umamah menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku nan membuatku (begini), ya Rasul.” Kemudian Rasulullah kembali bertanya: “Maukah Anda jika saya ajarkan suatu referensi nan jika Anda membacanya, Allah bakal menghapuskan kebingunganmu dan memberi keahlian melunasi utang?”
Umamah menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Artinya: “Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat nan dirahmati Allah
Dalam angan ini, disebutkan delapan sikap negatif nan sebaiknya kita hindari agar hidup kita tetap optimis dan bahagia. Pertama, sikap nan kudu dijauhi adalah kegelisahan (al-hamm).
Kegelisahan merupakan penyakit hati nan kerap muncul di era modern ini. Kita sering resah memikirkan masa depan alias cemas tentang hal-hal nan belum tentu terjadi. Akibatnya, ketenangan hati hilang, dan kita susah menikmati setiap momen hidup.
Kedua, kesedihan yang berlarut-larut (al-huzn). Kesedihan nan berkepanjangan lantaran masa lampau bisa membikin kita terpuruk. Kita terus terjebak dalam kenangan dan kandas melangkah ke depan.
Ketiga, kelemahan (al-‘ajz). Kelemahan ini bukan hanya lemah fisik, tetapi juga lemah mental. Tidak berani menghadapi tantangan, mudah menyerah sebelum berjuang.
Keempat, kemalasan (al-kasal). Inilah musuh besar dari kesuksesan. Banyak orang punya potensi besar, tetapi kandas lantaran malas bergerak, malas berusaha, dan malas berubah.
Kelima, pengecut (al-jubn). Sifat ini membikin kita takut mengambil keputusan, takut mencoba, apalagi takut memihak kebenaran. Keenam, kikir (al-bukhl). Kikir bukan hanya soal harta, tetapi juga enggan berbagi kebaikan. Padahal, semakin kita memberi, semakin Allah melapangkan hidup kita.
Ketujuh, lilitan utang (ghalabat ad-dayn). Utang nan menumpuk bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga beban mental nan berat, apalagi bisa merusak kehormatan kita. Dan kedelapan, penindasan manusia (qahr ar-rijal). Tekanan, kezaliman, alias perlakuan tidak setara dari orang lain dapat membikin hidup terasa sempit dan penuh penderitaan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat nan dirahmati Allah
Lalu, gimana agar kita betul-betul terhindar dari kondisi negatif ini? Sebagai umat Rasulullah, kita tentu kudu terus bermohon mendekatkan diri kepada Allah. Kita bisa mengamalkan angan nan telah dicontohkan ini sebagai wirid harian, terutama di pagi dan petang. Selain itu mari kita latih untuk senantiasa berpikir positif dan tawakal. Jangan biarkan kegelisahan menguasai diri. Kita kudu menyadari bahwa apa nan Allah takdirkan pasti nan terbaik.
Hidup nan tenang bukan berfaedah tanpa masalah, tetapi ketika kita mempunyai hati nan kuat dalam menghadapi masalah. Dan kekuatan itu lahir dari kedekatan kita kepada Allah. Yakinlah, Allah tidak memberikan beban selain kita bisa menanggungnya. Allah berfirman:
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۖ وَلَدَيْنَا كِتٰبٌ يَّنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ٦٢
Artinya: “Kami tidak membebani seorang pun, selain menurut kesanggupannya. Pada Kami ada suatu catatan nan menuturkan dengan sebenarnya dan mereka tidak dizalimi.” (QS Al-Mu'minun: 62)
Semoga Allah menjauhkan kita dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, pengecut, kikir, lilitan utang, dan penindasan manusia. Semoga Allah menjadikan kita pribadi nan kuat, sabar, dan penuh keberkahan dalam menjalani kehidupan. Amin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰ اَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَ ﷲ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ.
إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ، يٰۤـاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
------
H. Muhammad Faizin, Ketua PCNU Pringsewu, Lampung
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·