Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah

Sedang Trending 3 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Dalam kehidupan sehari-hari, lisan adalah salah satu nikmat terbesar nan Allah berikan kepada manusia. Dengan lisan, seseorang dapat mengungkapkan isi hati, menyampaikan kebenaran, apalagi membangun peradaban. Namun, lisan pula nan seringkali menjadi karena kehancuran, baik di bumi maupun di akhirat. Oleh lantaran itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap gimana seorang Muslim menjaga dan menggunakan lisannya.

Teks khutbah Jumat berikut berjudul Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan nan disukai Allah. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas alias bawah tulisan ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْأَمِينُ، الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

 
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt, 

Mengawali khutbah Jumat pada siang hari ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt nan telah memberikan kita beragam macam kenikmatan terutama nikmat ketaatan dan Islam nan merupakan nikmat terbesar nan kita miliki.

Tak lupa pula shalawat beserta salam, mari kita haturkan berbareng kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal ‘alamin. 

Khatib juga membujuk pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan langkah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Allah Taala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ


Artinya: “Wahai orang-orang nan beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah Anda meninggal selain dalam keadaan muslim. (Qs. Ali-Imran: 102).

Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt, 

Manusia merupakan makhluk sosial. Melakukan hubungan dengan sesama, berbincang, berbincang dan membahas suatu perihal menjadi bagian dari kehidupan manusia. Terlebih sekarang media sosial datang sebagai ruang tanpa sekat nan menjadi akomodasi untuk melakukannya. Namun, kebanyakan ucapan  yang dilontarkan merupakan ucapan nan tidak mengandung faedah di dalamnya. 

Rasulullah  bersabda bahwa keselamatan seseorang sangat berjuntai pada kemampuannya menjaga lisan. Dari sekian banyak ucapan nan keluar dari mulut manusia, terdapat beberapa jenis ucapan nan sangat dicintai oleh Allah. 

Lebih jauh, dalam Islam, terdapat 3 ucapan nan berisi rayuan nan sangat dianjurkan dan banget disukai oleh Allah Swt. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt menyebutnya dengan julukan “pembicaraan nan baik”. Ketiga perihal tersebut adalah rayuan mengenai sedekah, melakukan kebaikan dan mendamaikan orang nan sedang berkonflik.

Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 114:


 لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا


Artinya: “Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, selain (pada pembicaraan rahasia) orang nan menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, alias mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa nan melakukan demikian lantaran mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala nan sangat besar”.

Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt, 


Pada ayat di atas, Allah Swt memberikan penjelasan dengan sangat tegas bahwa tidak ada kebaikan dalam suatu perbincangan di antara manusia selain di dalamnya terdapat rayuan untuk bersedekah dengan tujuan membantu sesama, rayuan melakukan baik serta mendamaikan orang nan sedang berkonflik.

Terkait perihal ini, Kiai Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz juz 5 perihal 242 berbicara nan artinya: “Kebanyakan ucapan itu tidak ada kebaikannya selain orang nan memerintahkan infak alias memerintahkan kebaikan baik alias mendamaikan di antara manusia. Barangsiapa nan melakukannya lantaran mengharap ridha Allah, Allah Taala bakal memberikan pahala nan besar”.

Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt, 

Pertama, perintah bersedekah. Perintah bersedekah nan dimaksud ayat di atas merupakan rekomendasi membantu sesama manusia terutama mereka nan sedang dalam kesulitan ekonomi dengan tujuan melakukan baik kepada sesama. 

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ


Artinya: “Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang nan melakukan baik”. (Qs. Al-Baqarah: 195).

Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt, 


Kedua, perintah melakukan baik. Ucapan nan disukai oleh Allah selanjutnya adalah ucapan nan membujuk untuk melakukan kebaikan, ialah setiap perbuatan baik nan Allah perintahkan untuk dilakukan alias dianjurkan untuk dilakukan.

Sebagaimana Ibnu Jarir At-Thabari dalam tafsir Jamiul Bayan, jilid 9 perihal 201 berkata:


وَالْمَعْرُوْفُ هُوَ كُلُّ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَوْ نَدَبَ إِلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِ البِرِّ وَالْخَيْرِ،


Artinya: “Kebaikan adalah setiap perbuatan baik nan Allah perintahkan alias anjurkan untuk dilakukan”.


Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt, 


Ucapan ketiga yang disukai Allah adalah ucapan nan berisi rayuan untuk mendamaikan orang nan sedang berkonflik. Dengan tujuan untuk mengembalikan pihak nan bertikai dalam suatu persoalan menemukan jalan keluar terhadap masalah nan terjadi dan kembali rukun.

Imam Ibnu Jarir berkata:

 أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَهُوَ الْإِصْلَاحُ بَيْنَ الْمُتَبَايِنَيْنِ أَوِ الْمُخْتَصِمَيْنِ، بِمَا أَبَاحَ اللهُ الْإِصْلَاحَ بَيْنَهُمَا، لِيَتَرَاجَعَا إِلَى مَا فِيْهِ الْأُلْفَةُ وَاجْتِمَاعُ الْكَلِمَةِ، عَلَى مَا أَذِنَ اللهُ وَأَمَرَ بِهِ


Artinya: “Mendamaikan di antara manusia maksudnya adalah mendamaikan orang nan sedang berkonflik dengan sesuatu nan Allah perbolehkan agar keduanya kembali dalam bebatan kasih sayang dan satu kalimat nan sama sesuai nan diperintahkan Allah”.

Ucapan seperti salam, doa, pujian nan tulus, serta kata-kata nan menenangkan hati orang lain termasuk dalam kategori nan disukai Allah. Sebaliknya, ucapan nan menyakitkan, menghina, alias memecah belah sangat dibenci oleh Allah.


Betapa banyak perselisihan nan terjadi hanya lantaran satu kalimat nan tidak terjaga. Dan sungguh banyak pula hubungan nan kembali selaras lantaran satu ucapan nan lembut dan penuh keikhlasan. Maka, seorang Muslim hendaknya menimbang setiap kata sebelum diucapkan: apakah dia bakal mendatangkan kebaikan alias justru kerusakan?

Jamaah shalat Jumat nan dimuliakan Allah swt, 

Marilah kita merenungkan kembali gimana kita menggunakan lisan kita selama ini. Apakah dia lebih sering digunakan untuk perihal nan berfaedah alias justru sebaliknya?

Tiga jenis ucapan tersebut adalah ibadah sederhana namun mempunyai nilai besar di sisi Allah. Jika kita bisa menjaga lisan dengan tiga perihal ini, maka insya Allah kehidupan kita bakal dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan ridha Ilahi.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba nan senantiasa menjaga lisannya dan menggunakan setiap kata untuk kebaikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II 


الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ


أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.  اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. 


رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ  

-------
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu

Selengkapnya
Sumber NU ONLINE
NU ONLINE