ARTICLE AD BOX
Banda Aceh, NU Online
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, menyampaikan sebanyak 5.426 calon jamaah haji asal Aceh siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Seluruh jamaah terbagi dalam 14 golongan terbang (kloter) nan bakal diberangkatkan secara berjenjang mulai 6 hingga 20 Mei 2026 melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.
Arijal menjelaskan, kloter pertama bakal diisi jamaah asal Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar sebanyak 393 orang, termasuk enam petugas kloter. Rinciannya, 287 jamaah berasal dari Banda Aceh dan 100 jamaah dari Aceh Besar. Kloter ini dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 07.00 WIB dan diberangkatkan ke Madinah pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 01.05 WIB.
Ia menambahkan, kuota haji Aceh tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada musim haji lampau jumlah jamaah tercatat 4.378 orang, maka tahun ini meningkat menjadi 5.426 orang alias bertambah 1.048 jamaah.
Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi perubahan sistem kalkulasi kuota haji nasional nan sekarang berbasis komparasi jumlah pendaftar dengan total kuota nasional. Sistem ini dinilai membikin pembagian kuota lebih cepat, transparan, akuntabel, dan adil, sehingga Aceh memperoleh tambahan kuota cukup besar.
Di sisi lain, Arijal memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Aceh telah mencapai sekitar 98 persen. Kesiapan tersebut meliputi asrama, akomodasi, transportasi jamaah dari kabupaten/kota, hingga kelengkapan arsip perjalanan.
Ia mengimbau seluruh calon jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum keberangkatan. Jamaah diingatkan agar rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta mempersiapkan diri secara bentuk dan mental agar bisa menjalani rangkaian ibadah haji dengan baik.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali alias Abu Sibreh turut mengingatkan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi jamaah haji.
Menurutnya, persiapan haji tidak cukup hanya pada perlengkapan perjalanan, tetapi juga mencakup pengetahuan manasik, pemahaman syariat, kesiapan mental, serta kondisi kesehatan nan terjaga.
“Jamaah haji kudu membekali diri dengan ilmu, memahami tata langkah ibadah dengan baik, serta menyiapkan bekal syariah lainnya agar penyelenggaraan haji melangkah sesuai tuntunan. Di samping itu, kesehatan juga kudu dijaga sejak sebelum berangkat, saat di Tanah Suci, hingga kembali ke wilayah masing-masing,” ujarnya.
Abu Sibreh berambisi seluruh jamaah Aceh dapat menjalankan ibadah haji dengan tertib, khusyuk, dan penuh kesabaran. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, mematuhi pengarahan petugas, serta saling membantu sesama jamaah selama menjalani rangkaian ibadah.
“Semoga seluruh jamaah haji Aceh diberi kemudahan, kekuatan, kesehatan, dan perlindungan oleh Allah SWT dalam seluruh perjalanan ibadahnya. Kita doakan semuanya berangkat dengan selamat, beragama dengan lancar, dan pulang ke Aceh dalam keadaan sehat serta memperoleh haji nan mabrur,” tuturnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·