ARTICLE AD BOX
Macaseo.com - Pernah nggak sih, lagi enak-enak pakai laptop tiba-tiba Google Chrome malah membuka tab sendiri tanpa Anda melakukan apa pun? Jujur saja, saya juga pernah mengalaminya, dan rasanya cukup bikin kesal.

Kalau nan terbuka hanya satu alias dua tab, mungkin tetap bisa dimaklumi. Tapi bayangkan jika nan muncul sampai 5, 8, alias apalagi lebih, browser jadi berat dan bikin konsentrasi buyar. Masalah ini tentu bukan tanpa sebab, dan mau tidak mau kudu segera ditangani agar tidak terus berulang.
Berdasarkan pengalaman nan Admin alami, penyebab paling sering munculnya masalah ini antara lain ekstensi nan mengubah izin akses Chrome, adanya malware alias virus di sistem, serta jenis Google Chrome nan sudah ketinggalan update.
Cara Mengatasi Google Chrome nan Buka Tab Sendiri

Tenang saja, langkah-langkahnya cukup mudah dan bisa dilakukan siapa saja, tanpa perlu skill teknis khusus. Silakan ikuti pedoman di bawah ini untuk mengatasi masalah tersebut.
1. Hapus Program nan Mencurigakan
Langkah paling krusial nan perlu dilakukan adalah memastikan komputer Anda betul-betul bebas dari virus alias malware. Anda bisa mengeceknya dengan meninjau aplikasi nan terpasang, lampau menghapus program mencurigakan alias nan tidak pernah Anda instal sebelumnya.
Untuk menghapus program Anda bisa ke Control Panel > Uninstall Program > kemudian hapus aplikasi nan mencurigakan dengan mengklik Uninstall.
Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi pembersih sistem dan file sisa, seperti CCleaner alias software sejenis, untuk membantu membersihkan direktori dan program nan tidak diperlukan di komputer.
2. Perbaiki Registry nan Rusak
Memperbaiki registry juga menjadi langkah krusial untuk menjaga performa dan keamanan komputer. Registry nan bermasalah dapat mengubah izin akses pada berkas alias program tertentu, sehingga berisiko membikin Google Chrome terinfeksi malware alias mengalami perubahan akses tanpa disadari.
Umumnya, registry nan rusak berasal dari sumber tidak dikenal. Kondisi ini sering terjadi saat menginstal aplikasi tertentu nan diam-diam menyertakan komponen tambahan nan sebenarnya tidak diperlukan. Dari sinilah masalah registry mulai muncul dan berakibat pada sistem.
Berikut ini langkah-langkah untuk memperbaiki registry nan bermasalah di komputer menggunakan aplikasi CCleaner:
- Buka aplikasi CCleaner kamu.
- Pilih menu Registry.
- Klik Scan for Issues.
- Tunggu beberapa saat sampai proses scanning selesai.
- Jika sudah, klik Fix selected Issues.
- Pada saat pesan di bawah ini muncul, klik NO.
- Klik lagi Fix All Selected Issues.
3. Hapus Ekstensi nan Tidak Digunakan
Langkah berikutnya nan bisa Anda lakukan adalah meninjau dan menghapus ekstensi Google Chrome nan sudah tidak digunakan alias tidak diperlukan. Silakan ikuti pedoman di bawah ini untuk membersihkan ekstensi browser nan berpotensi menimbulkan masalah:
- Klik titik tiga/garis tiga nan terdapat di pojok kanan atas browser.
- Pilih Setelan.
- Selanjutnya, lihat di bagian pojok kiri bawah lampau klik Ekstensi.
- Klik Hapus pada ekstensi nan tidak diperlukan.
4. Blokir Pop Up
Umumnya, saat Anda mengunjungi situs web dengan kredibilitas nan meragukan, situs tersebut sering meminta izin untuk menampilkan notifikasi pembaruan. Tanpa disadari, Anda mungkin menekan tombol Izinkan (Allow).
Padahal, notifikasi tersebut bisa berisi iklan alias konten mengganggu nan memicu masalah pada Google Chrome hingga menyebabkan error. Untuk mengatasinya, silakan lakukan langkah-langkah berikut ini:
- Masih sama, silakan masuk ke setelan browser.
- Ketikkan Privasi dan Keamanan pada menu pencarian.
- Pilih Setelan Situs.
- Cari dan klik Pop-Up dan Pengalihan.
- Pastikan keadaannya dalam keadaan diblokir.
5. Nonaktifkan Aplikasi nan Berjalan di Background
Jika setelah menutup Google Chrome tetap ada tab nan terbuka sendiri, bisa jadi browser tersebut tetap melangkah di latar belakang. Kondisi ini membikin Chrome terus menjalankan proses tertentu tanpa disadari, sehingga memicu masalah nan tidak diinginkan.
Tak jarang, kita juga tidak mengetahui proses apa saja nan tetap aktif lantaran sebagian melangkah secara tersembunyi. Kabar baiknya, Google Chrome sudah menyediakan pengaturan unik untuk menonaktifkan seluruh proses latar belakang tersebut. Berikut langkah-langkah nan bisa Anda ikuti:
- Sama seperti tadi, tetap masuk ke Setelan.
- Gulir ke bawah dan klik opsi Lanjutan.
- Pada menu sistem, nonaktifkan fitur “Terus jalankan apl latar belakang saat Google Chrome ditutup”.
- Silakan Anda coba tutup Google Chrome, kemudian tunggu beberapa saat untuk mengecek apakah error sukses teratasi.
6. Reset Google Chrome
Melakukan reset sering kali menjadi solusi paling efektif dibandingkan metode lainnya. Dengan fitur ini, Google Chrome bakal dikembalikan ke pengaturan awal seperti saat pertama kali dipasang.
Meskipun langkah ini terdengar familiar, tidak sedikit pengguna nan tetap bingung langkah-langkahnya. Jika Anda termasuk salah satunya, silakan ikuti pedoman berikut untuk melakukan reset Google Chrome:
- Buka Setelan.
- Klik opsi Lanjutan.
- Gulir ke bawah sampai menemukan menu Setel ulang dan bersihkan.
- Klik Memulihkan setelan ke default aslinya kemdian klik Setel ulang setelan.
- Tunggu sampai Google Chrome betul-betul ter-reset.
- Jika sudah selesai, silakan cek kembali apakah error tetap muncul alias tidak.
7. Instal Ulang Google Chrome
Apabila setelah melakukan reset masalah tetap belum teratasi, menginstal ulang Google Chrome bisa menjadi solusi terakhir nan cukup efektif. Langkahnya pun sederhana, Anda hanya perlu menghapus Chrome melalui Control Panel, lampau mengunduh dan memasang kembali jenis terbaru agar browser melangkah normal kembali.
8. Gunakan Browser Alternatif
Jika Google Chrome terus mengalami error, bukan berfaedah Anda tidak punya pilihan lain. Lagipula, browser di bumi ini tidak hanya satu. Ada banyak pengganti browser nan kualitasnya tak kalah bagus, apalagi sebagian menawarkan tingkat keamanan lebih tinggi serta penggunaan RAM nan lebih ringan.
Perbedaan antara browser pengganti dan Chrome pun nyaris tidak terasa dalam penggunaan sehari-hari. Jika tetap ragu, Anda bisa mencoba beranjak ke browser lain nan mungkin justru lebih sesuai dengan kebutuhan kamu.
Dari beragam metode nan sudah dijelaskan sebelumnya, sebaiknya Anda mencobanya satu per satu secara berurutan. Pasalnya, penyebab masalah pada setiap pengguna bisa berbeda, sehingga tidak ada satu solusi nan pasti langsung sukses untuk semua orang.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·