ARTICLE AD BOX
Macaseo.com - RRQ Hoshi dan arena MPL Indonesia sekarang diramaikan oleh kehadiran pemain baru berjulukan Kuroky. Namun perlu digarisbawahi, ini bukan sosok Kuroky nan dikenal di skena Dota 2, melainkan talenta nan datang dari Liga Esports Nasional.

Namanya mulai mencuri perhatian berkah performa konsisten nan dia tunjukkan di LEN2 berbareng VL Team. Dari sana, Kuroky membuktikan bahwa dirinya layak naik level dan bersaing di panggung MPL Indonesia.
Meski begitu, sorotan nan dia dapatkan di MPL ID Season 17 justru datang dari perihal nan tidak terduga. Lalu, apa sebenarnya nan terjadi? Simak profil komplit serta perjalanan pekerjaan Kuroky berikut ini.
1. Biodata Kuroky
- Nama Lengkap: Habil Azhari Akbar
- Nama Panggung: Kuroky
- Tempat Asal: Garut, Indonesia
- Usia: 20 Tahun (per 2026)
- Role: Gold Lane
2. Besar di Liga Esports Nasional

Nama Kuroky mulai mencuat sejak dia memperkuat VL Team dan tampil di arena Liga Esports Nasional 2 MLBB. Di sana, dia menunjukkan potensi nan langsung menarik perhatian banyak penggemar.
Memasuki musim 2025, VL Team sukses menutup kejuaraan di ranking ketiga. Meski belum sukses meraih gelar juara, performa Kuroky dinilai cukup menjanjikan berkah keahlian mekanik nan dia tampilkan sepanjang turnamen.
Perannya juga cukup krusial dalam membawa tim tampil konsisten hingga memuncaki klasemen di fase grup. Hal ini tidak lepas dari hero pool nan luas, membuatnya dikenal sebagai pemain nan elastis dan bisa beradaptasi di beragam situasi pertandingan.
3. Gabung dengan RRQ Hoshi

Usai kebersamaannya dengan VL Team, Kuroky sempat belum menentukan arah pekerjaan berikutnya di skena MLBB. Hingga akhirnya, kesempatan besar datang ketika RRQ Hoshi memberikan tawaran untuk bergabung.
Ia pun merapat ke tim berjuluk King of Kings dengan status free transfer, tanpa terikat perjanjian dengan tim mana pun. Perpindahan dari LEN2 ke MPL ID jelas menjadi lompatan pekerjaan nan sangat signifikan.
Walau sempat diragukan oleh sebagian pihak, Kuroky tetap percaya diri bisa menunjukkan performa terbaiknya di MPL ID Season 17. Namun kenyataannya, RRQ Hoshi justru mengalami kesulitan secara keseluruhan.
Memasuki pekan ketiga regular season, tim ini belum bisa menampilkan permainan nan solid dan apalagi belum meraih satu kemenangan pun. Kondisi tersebut membikin para Kingdom ialah julukan bagi pendukung RRQ, mulai merasa frustrasi dengan performa tim nan stagnan.
4. Lahirnya Harith kolam

Puncak kekecewaan para Kingdom memuncak saat kejadian “Harith kolam” nan turut menyeret nama Kuroky. Momen ini terjadi dalam laga RRQ Hoshi kontra Geek Fam pada pekan ketiga.
Di game penentuan, Kuroky nan menggunakan Harith justru memilih spell Revitalize sebagai opsi nan dinilai kurang maksimal untuk hero tersebut lantaran hanya berfokus pada pengaruh healing. Padahal, secara konsep dia kemungkinan mau memakai Purify untuk mengatasi pengaruh crowd control lawan.
Diduga terjadi kesalahan pemilihan lantaran ikon kedua spell nan sama-sama berwarna hijau, sehingga Revitalize terpilih secara tidak sengaja. Dampaknya cukup terasa, Kuroky tidak bisa mengeluarkan performa optimalnya. Ditambah beberapa kesalahan lain dari tim, RRQ akhirnya kudu mengakui kelebihan Geek Fam.
Insiden ini seolah menunjukkan adanya tekanan besar nan dirasakan Kuroky di panggung MPL. Meski begitu, perjalanan di MPL ID Season 17 tetap panjang. Dengan waktu nan ada, kesempatan untuk bangkit dan membuktikan diri tetap terbuka lebar bagi Kuroky berbareng RRQ Hoshi.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·