ARTICLE AD BOX
Macaseo.com - Indonesia tetap sangat memerlukan lebih banyak entrepreneur untuk bisa bersaing dan betul-betul diakui sebagai negara maju di tingkat global. Itu berarti, ke depan kudu lahir semakin banyak pelaku upaya berbakat nan bisa membawa perubahan. Karena faktanya, jumlah entrepreneur di negeri ini tetap belum ideal.

Meski begitu, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan sosok inspiratif di bumi bisnis. Ada banyak entrepreneur dahsyat nan perjalanan dan pemikirannya layak dijadikan panutan. Salah satu langkah terbaik untuk berkembang menjadi entrepreneur sejati adalah dengan belajar langsung dari kisah mereka.
Pada tulisan kali ini Admin mau membujuk Anda mengenal salah satu womenpreneur Indonesia nan menurutku sangat inspiratif. Sosok ini bukan hanya sukses secara bisnis, tapi juga punya langkah pandang nan menarik tentang makna berbisnis. Namanya Elizabeth Setiaatmadja. Kira-kira, pelajaran apa saja nan bisa kita ambil dari perjalanan dan pemikirannya?
Lebih Dekat dengan Elizabeth Setiaatmadja
Sebelum masuk lebih dalam ke perjalanan upaya dan pelajaran berbobot dari Elizabeth Setiaatmadja, ada baiknya kita kenalan dulu dengan latar belakangnya.
Elizabeth Setiaatmadja, alias nan berkawan disapa Liz, merupakan anak sulung dari Jahja Setiaatmadja, nama besar di industri perbankan Indonesia. Beliau dikenal sebagai sosok krusial nan memimpin salah satu bank swasta terbesar di Tanah Air.
Menariknya, Liz tidak memilih jalan instan dengan menumpang nama besar sang ayah. Ia justru mau membuktikan kemampuannya sendiri dengan merintis pekerjaan dari nol.
Keputusan itu terlihat jelas saat dia memilih untuk mengawali pekerjaan profesionalnya di Ernst & Young, sebuah perusahaan konsultan global. Padahal, jika mau, dia punya kesempatan besar untuk langsung berkarier di bumi perbankan berbareng ayahnya.
Namun, di situlah terlihat karakter kuatnya. Elizabeth Setiaatmadja memang sudah mempunyai jiwa entrepreneur sejak awal ialah berani belajar, siap berproses, dan tidak ragu memulai dari bawah demi membangun sesuatu dengan usahanya sendiri.
Perjalanan Bisnis Liz Setiaatmadja

Ada banyak perihal nan bisa dipetik dari perjalanan upaya Elizabeth Setiaatmadja. Menariknya, hatikecil bisnisnya sudah terlihat sejak kecil. Bayangkan saja, saat tetap duduk di bangku SD, dia sudah mencoba berdagang kartu Natal ke teman-temannya.
Kebiasaan memandang kesempatan ini terus terbawa hingga masa kuliah di Sydney, Australia. Meski sempat diingatkan untuk konsentrasi belajar, jiwa entrepreneurnya membikin dia tetap peka terhadap kesempatan nan ada. Alhasil, berbareng seorang temannya, Elizabeth mencoba berdagang kartu telepon untuk mahasiswa Indonesia di sana.
Hasilnya? Cukup menjanjikan. Dari upaya mini itu, dia bisa mendapatkan tambahan pemasukan untuk menunjang kehidupannya selama di Australia. Sebuah langkah sederhana, tapi menunjukkan mental pebisnis nan kuat sejak dini.
Setelah lulus, Elizabeth tidak langsung terjun ke bumi usaha. Ia memilih mengasah pengalaman ahli dengan bekerja di Ernst & Young selama kurang lebih dua tahun. Barulah setelah itu, dia mulai membangun upaya berbareng sang suami melalui Cronicle Production ialah sebuah rumah produksi nan awalnya konsentrasi pada konten pernikahan.
Seiring waktu, upaya tersebut berkembang dan mulai merambah ke pengguna korporat. Tak berakhir di situ, Elizabeth juga terus bereksperimen dengan beragam lini upaya lainnya.
Belakangan, dia terjun ke upaya kuliner dengan menghadirkan menu seperti sushi dan rice bowl. Selain itu, dia juga mengembangkan upaya di bagian kesehatan melalui toko online Belle Couture, nan menyediakan beragam produk kesehatan dan telah mendapatkan reputasi sangat baik di marketplace.
Menariknya lagi, penemuan terus dilakukan. Ke depan, Belle Couture direncanakan bakal menghadirkan produk camilan sehat, khususnya untuk kebutuhan tertentu seperti autisme dan diabetes.
Dari sini terlihat jelas, Elizabeth Setiaatmadja bukan hanya pebisnis, tapi juga sosok nan terus berkembang, adaptif, dan berani mencoba perihal baru.
Inspirasi Bisnis dari Elizabeth Setiaatmadja
Admin tetap ingat betul momen saat mendengarkan Elizabeth Setiaatmadja berbincang di sesi Google Meet. Dari langkah dia menyampaikan ide, langsung terasa jika dia pribadi nan penuh energi, menghargai orang lain, dan punya visi nan jelas ke depan.
Cara bicaranya pun sigap dan padat, sampai Admin sempat kewalahan mencatat poin-poin pentingnya. Tapi justru di situ serunya, Admin jadi “dipaksa” untuk konsentrasi ekstra agar tidak ketinggalan alur pemikirannya. Lumayan, latihan konsentrasi juga.
Dari percakapan singkat itu, Admin sukses merangkum beberapa insight upaya nan menurut Admin sangat berbobot dari Elizabeth Setiaatmadja. Semoga catatan ini juga bisa jadi bekal buat Anda nan sedang mencari arah alias mau tahu gimana menjadi entrepreneur nan benar. Yuk, kita mulai…
1. Pintar Membaca Peluang
Salah satu kunci dalam memulai upaya rupanya berangkat dari keahlian memandang peluang. Hal ini sangat melekat pada sosok Elizabeth Setiaatmadja. Sejak kecil, dia sudah peka terhadap kebutuhan di sekitarnya, misalnya saat menyadari bahwa kartu Natal menjadi peralatan nan banyak dicari menjelang hari raya.
Kemampuan seperti ini bukan sesuatu nan instan, tapi bisa dilatih. Buat Anda nan mau menjadi entrepreneur, krusial banget untuk mulai membiasakan diri membaca peluang. Caranya sederhana ialah perhatikan apa nan sedang dibutuhkan orang-orang di sekitarmu, lampau pikirkan gimana Anda bisa datang sebagai solusi.
2. Berani Mencoba
Mampu memandang kesempatan saja sebenarnya belum cukup. Dibutuhkan juga keberanian untuk betul-betul melangkah dan mencoba. Karena dalam bumi bisnis, akibat kandas itu pasti ada.
Bayangkan jika Elizabeth Setiaatmadja hanya berakhir di tahap “melihat peluang” tanpa berani eksekusi. Mungkin dia tidak bakal pernah memulai jualan kartu Natal saat tetap sekolah, alias mencoba upaya kartu telepon ketika di Australia.
Justru nan membuatnya berkembang hingga sekarang adalah keberaniannya untuk terus mencoba. Ia tidak ragu menjajal beragam kesempatan upaya dan berupaya keras agar setiap upaya nan dijalankan bisa bertumbuh. Konsistensi untuk mencoba dan berproses inilah nan menjadikannya salah satu womenpreneur Indonesia nan patut diperhitungkan.
3. Visioner dan Selalu Berinovasi
Kemampuan memandang kesempatan dan keberanian untuk bertindak juga kudu dibarengi dengan visi nan jelas serta sentuhan inovasi. Karena pada akhirnya, upaya bukan hanya soal mengejar untung semata.
Menurut Elizabeth Setiaatmadja, setiap kali mau memulai usaha, perihal pertama nan dia pikirkan adalah apa nan membikin upaya tersebut berbeda. Harus ada nilai unik alias penemuan nan membedakannya dari pesaing di bagian nan sama.
Tak hanya itu, dia juga selalu mempertimbangkan akibat dari upaya nan dijalankannya ialah apakah betul-betul memberi faedah bagi pelanggan. Jadi, bukan sekadar jualan, tapi juga tentang gimana upaya tersebut bisa memberikan kontribusi nan berarti.
4. Pandai Menjalin Komunikasi dan Networking
Liz Setiaatmadja bisa dibilang punya skill kuat dalam membangun relasi dan berkomunikasi. Bukan tanpa alasan, kemampuannya ini apalagi berakibat langsung pada upaya nan dia jalankan. Toko onlinenya di Tokopedia, misalnya, dikenal mempunyai pelayanan nan responsif dan ramah, sampai-sampai banyak pengguna nan akhirnya merasa dekat dan nyaman seperti kawan sendiri.
Selain itu, jaringan pertemanannya juga sangat luas. Dari hubungan nan kuat inilah, Elizabeth Setiaatmadja kerap dipercaya untuk berbagi insight upaya melalui beragam seminar dan pelatihan.
Menariknya lagi, banyak kesempatan upaya nan dia jalankan berasal dari relasi nan sudah dia bangun sebelumnya. Dari sekadar kenalan, berkembang menjadi kerjasama upaya nan saling menguntungkan.
Dari sini kita bisa belajar bahwa membangun networking itu bukan sekadar tambahan, tapi salah satu kunci krusial dalam berbisnis. Semakin luas jaringan nan Anda miliki, semakin besar pula kesempatan nan bisa datang menghampiri.
5. Berbisnis dengan Semangat Berbagi
Ada satu perihal lagi nan membikin sosok Elizabeth Setiaatmadja begitu layak dijadikan panutan. Dalam berbisnis, dia tidak hanya konsentrasi pada peluang, inovasi, alias networking, tapi juga mempunyai kepedulian sosial nan tinggi.
Hal ini terlihat dari beberapa langkahnya nan mengarah ke konsep sociopreneur. Salah satu contohnya terjadi saat pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020. Bersama rekannya, Elizabeth Setiaatmadja memproduksi sekitar 400.000 APD, lampau mendistribusikannya kepada tenaga medis dengan nilai nan jauh lebih terjangkau, sekitar Rp55.000. Padahal saat itu nilai pasaran bisa mencapai Rp250.000.
Tak hanya dalam tindakan nyata, semangat berbagi juga dia tunjukkan lewat edukasi. Ia cukup aktif membagikan pengetahuan dan pengalamannya di beragam forum, mulai dari training UMKM hingga menjadi juri di arena kewirausahaan seperti Iforte Entrepreneur 4.0.
Melalui aktivitas tersebut, para pelaku upaya mini dibimbing untuk meningkatkan kualitas jasa dan keahlian komunikasi, agar lebih efektif dalam menarik pengguna dan meningkatkan penjualan.
6. Selalu Bersyukur dan Melibatkan Tuhan
Dalam menjalani sesuatu untuk jangka panjang, rasanya krusial untuk selalu melibatkan Tuhan dan menjaga rasa syukur. Karena dari situlah kita bisa tetap kuat, rendah hati, dan punya arah nan jelas.
Hal ini juga nan dipegang oleh Elizabeth Setiaatmadja. Dalam sesi Google Meet nan pernah Admin ikuti, dia menyampaikan dengan sangat terbuka bahwa semua pencapaian nan dia raih adalah corak hidayah dari Tuhan.
Ia apalagi memandang dirinya sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk bisa memberi akibat bagi orang lain, melalui jalan hidup nan dia pilih sebagai seorang womenpreneur di Indonesia.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·