ARTICLE AD BOX
Macaseo.com - Sejak resmi menginjakkan kaki di Land of Dawn, Sora langsung jadi bahan perbincangan di kalangan pemain MLBB. Hero anyar ini bukan hanya sekadar “pendatang baru”, tapi langsung tampil garang dengan mobilitas tinggi, burst damage nan sakit, dan keahlian duel nan bikin EXP lane terasa tidak nyaman, terutama saat early sampai mid game.

Tidak butuh waktu lama sampai Sora mulai sering muncul di ranked. Banyak pemain akhirnya kewalahan dan mencari langkah paling kondusif untuk meredam snowball-nya sebelum pertandingan betul-betul lepas kendali.
Meski terlihat overpower, bukan berfaedah Sora tanpa kelemahan. Dengan draft nan cerdas, pemilihan hero nan tepat, serta eksekusi skill nan disiplin dalam team fight, pergerakannya tetap bisa dibatasi. Bahkan, jika ditekan sejak awal, Sora bisa kehilangan momentum sebelum sempat menunjukkan potensi maksimalnya. Jadi, siapa saja hero nan paling efektif untuk menjadi counter Sora di Mobile Legends?
1. Minshittar

Kalau membahas hero counter untuk jenis musuh nan mengandalkan dash dan blink, nama Minshittar nyaris selalu muncul di barisan terdepan. Sora hidup dari kelincahan, masuk cepat, keluarkan damage, lampau kabur sebelum sempat dibalas. Namun semua style main itu langsung lumpuh saat dia terperangkap dalam area ultimate Minshittar.
Begitu terkurung di dalam lingkaran tersebut, mobilitas Sora seolah dicabut paksa. Tak ada dash, tak ada ruang kabur. Dari nan awalnya terlihat seperti assassin mematikan, dia mendadak jadi sasaran lembek nan mudah dikontrol dan dihabisi perlahan.
Di EXP lane, Minshittar bukan hanya sekadar counter, tapi mimpi jelek nan betul-betul membatasi ruang mobilitas Sora sejak awal permainan.
2. Argus

Ledakan damage Sora memang terasa mengintimidasi, terutama saat dia mengaktifkan ultimate dan mencoba menghabisi sasaran dalam hitungan detik. Namun situasinya berbeda ketika nan dihadapinya adalah Argus.
Saat Sora all-in dengan kombo penuh, Argus hanya perlu mengaktifkan ultimatenya untuk membalik keadaan. Efek kebal meninggal membikin seluruh burst nan dikeluarkan Sora terasa sia-sia. Bukannya tumbang, Argus justru tetap berdiri dan menunggu momen nan tepat.
Begitu lama ultimate Sora berhujung dan tenaganya mulai habis, Argus bisa langsung membalas dengan serangan berkali-kali nan brutal. Dalam skenario duel satu musuh satu, kondisi ini sering membikin Argus keluar sebagai pemenang dan memaksa Sora berpikir dua kali sebelum bermain terlalu agresif.
3. Yu Zhong

Sora termasuk jenis hero nan memerlukan waktu dan ruang untuk berkembang sebelum betul-betul berbahaya. Berbeda jauh dengan Yu Zhong nan justru kuat sejak menit-menit awal. Ia dikenal sebagai penguasa lane nan agresif, dengan keahlian sustain tinggi berkah pengaruh lifesteal dari pasifnya.
Saat tanda pasif Yu Zhong sudah menempel di tubuh Sora, situasi duel langsung berubah arah. HP perlahan terkikis, ruang mobilitas makin sempit, dan kesempatan farming pun jadi tidak nyaman. Setiap trade terasa merugikan lantaran Yu Zhong bisa memulihkan diri sembari tetap menekan.
Jika Yu Zhong sukses mengamankan tempo sejak early game, Sora bakal kesulitan mendapatkan momentum. Alih-alih scaling dengan mulus, dia justru dipaksa memperkuat dan tertinggal hingga memasuki fase mid game.
4. Thamuz

Sora memang cukup nyaman ketika pertarungan berjalan lama. Ia bisa keluar-masuk fight sembari menunggu momen terbaik untuk menghabisi lawan. Namun situasinya berbeda saat nan dihadapi adalah Thamuz.
Thamuz justru bercahaya dalam duel berdurasi panjang. Dengan ultimate nan memberinya regenerasi HP besar, dia bisa menyerap tekanan sekaligus terus memberikan damage konsisten lewat pengaruh bakarnya. Setiap detik pertarungan berjalan, posisinya malah semakin menguntungkan.
Bukannya melemah, Thamuz justru makin susah dijatuhkan. Dalam skenario satu musuh satu nan mengandalkan adu mekanik dan ketahanan, Sora sering kali kehabisan sumber daya lebih dulu, sementara Thamuz tetap berdiri kokoh hingga akhir duel.
5. Cici

Kekuatan Sora sangat berjuntai pada kecermatan kombo. Sekali saja skill utamanya kandas mengenai sasaran, ruang kosong langsung terbuka dan itu bisa jadi bumerang. Momentum inilah nan bisa dimanfaatkan Cici dengan sangat efektif.
Berkat movement speed tinggi dan sustain nan solid, Cici bisa memainkan pola hit and run nan menyebalkan. Ia tidak perlu berdiri lama untuk bertarung. Cukup jaga jarak, lempar damage sedikit demi sedikit, lampau mundur sebelum sempat dibalas.
Sora pun dipaksa mengejar tanpa kepastian, sementara HP-nya perlahan terkikis. Di EXP lane, style kiting seperti ini sering membikin Sora kehilangan ritme lantaran susah betul-betul mengunci dan mengeksekusi sasaran sesuai rencananya.
FAQ
1. Siapa hero counter Sora paling efektif di Mobile Legends?
Beberapa hero counter Sora paling efektif adalah Minshitar, Argus, Yu Zhong, Thamuz, dan Cici. Hero-hero ini unggul lantaran bisa menahan damage Sora, mematikan mobilitasnya, alias memenangkan duel satu musuh satu di EXP lane.
2. Apakah Sora lemah terhadap hero crowd control (CC)?
Ya. Sora sangat berjuntai pada dash dan momentum skill. Hero dengan CC kuat alias pengaruh anti-blink seperti Minshitar bisa menghentikan pergerakan Sora sepenuhnya, membuatnya mudah dieliminasi dalam team fight.
3. Counter Sora paling cocok digunakan di lane apa?
Sebagian besar counter Sora paling efektif dimainkan di EXP lane, terutama hero dengan sustain tinggi dan keahlian duel kuat seperti Yu Zhong dan Thamuz. Mereka bisa menekan Sora sejak early game dan menghalang progres farming-nya.
4. Apakah Sora tetap bisa menang melawan hero counter-nya?
Masih bisa, tetapi sangat berjuntai pada eksekusi. Jika Sora unggul level, mendapat backup dari roamer, alias memanfaatkan kesalahan lawan, dia tetap bisa membalikkan keadaan. Namun secara matchup, Sora berada dalam posisi tidak diuntungkan.
5. Bagaimana langkah bermain kondusif jika terlanjur melawan Sora tanpa counter hero?
Fokus pada positioning, jangan duel terlalu lama, dan manfaatkan crowd control tim. Sora sangat rawan dalam duel terbuka, tetapi bakal kesulitan jika dipaksa masuk team fight dengan koordinasi dan CC berlapis.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·